Polemik Jembatan Tello

Kejati Belum Temukan Indikasi Kerugian Negara Proyek Jembatan Tello

"Tim sudah turun tapi belum menemukan adanya unsur perbuatan pidana"

Kejati Belum Temukan Indikasi Kerugian Negara Proyek Jembatan Tello
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi proyek pelebaran jalan dan pembangunan jembatan Tello di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (01/04/2016) 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Tim Khusus Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat belum menemukan perbuatan melawan hukum atau pidana yang mengarah ketindak pidana korupsi proyek pembangunan jembatan Tello.

Padahal, dikabarkan proyek pembangunan Jembatan Tello dibangun di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar telah menghabiskan angaran hampir senilai Rp 14 miliyar yang bersumber dari dana APBN.

"Tim sudah turun tapi belum menemukan adanya unsur perbuatan pidana atau melawan hukum dalam proyek itu," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin kepada Tribun.

Pembangunan proyek Jembatan Tello diusut Kejaksaan setelah proyek itu tidak selesai dikerjakan sesuai dengan kontrak kerja yang ditandatangai oleh pihak kontraktor PT Gali Medan Persada (GMP).

Salahuddin menuturkan sampai saat ini, tim masih terus melakukan pendalaman dokumen dan keterangan saksi yang telah diperiksa oleh Kejati beberapa bulan lalu.

Korps Adyaksa mengaku belum memastikan upaya pemanggilan saksi lainya untuk menggali keterangan seputar proyek gagal itu. Akan tetapi, Salahuddin mengaku akan memanggil jika keterangan saksi masih dibutuhkan penyidik.

Setidaknya dalam empat bulan terakhir, Kejaksaan telah memanggil beberapa orang saksi dan penanggungjawab proyek Jembatan itu.

Salah satunya adalah Kontraktor PT Gali Mendan Persada. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved