Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bantuan Mengalir untuk Sinar

Ibunya meninggal 9 tahun lalu sementara ayahnya, Ahmad tinggal bersama istri barunya.

Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Sinar (19) seorang remaja yang tinggal di Manjalling Desa Allatengae, Kecamatan Bantimurung telah menyelesaikan sekolahnya di SMA 4 Bantimurung tanpa bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sinar (19), warga Manjalling, Desa Allatengae, Bantimurung harus berjuang untuk memenuhi kebutuahan hidup. Ia hanya tinggal bersama seorang adiknya, Ikbal (17). Ibunya meninggal sembilan tahun lalu sementara ayahnya, Ahmad menikah lagi dan tinggal bersama istri barunya.

Sejumlah dermawan pun ikut membantu. Salah sarunya, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Maros Abdul Azis.

Ia memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500 ribu dan Direktur CV Butterfly Idial Wahid Rp 500 ribu.

Abdul Azis yang juga Kepala Desa Allatenggae itu mengaku baru mengetahui kondisi Sinar yang memperihatinkan. Selama ini Sinar tidak pernah menyampaikan keluhannya ke Dusun dan Pemerintah Desa (Pemdes).

"Selama ini Sinar tidak pernah menyampaikan keluhannya kepadakami pemerintah desa, baik saya maupun kepala dusun," ujarnya, Rabu (4/5/2016).

Azis mengira, Sinar masih mendapat perhatian dari ayahnya, Ahmad yang tinggal di Sege-Segeri yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari kampungnya.

Ke depan, Azis berjanji akan membantu Sinar mulai dari bantuan beras miskin sampai biaya untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

"Insya Allah, saya akan terus membantu Sinar sampai biaya kuliahnya. Apalagi dia memang warga saya," ujarnya.

Sedangkan Idial Wahid mengatakan, warga Maros tidak boleh putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Dia juga bersiap untuk membantu Sinar saat akan melanjutkan pendidikannya.

Apalagi selama ini, Sinar berjuang untuk menyelesaikan sekolahnya meski biayanya tidak pernah cukup dan harus ngutang ke teman-temannya.

"Anak seperti ini harus disupport terus. Dia generasi penerus Maros. Tidak ada yang boleh putus sekolah hanya karena biaya," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved