Hari Buruh 2016
Buruh Maros Minta Hatta Rahman Perhatikan Nasib Buruh
Jaminan kesehatan dan hak- hak perlindungan terhadap buruh perempuan yang bekerja di perusahaan juga masih kurang.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Maros, Muh Ridwan mengatakan, Minggu (1/5/2016) beberapa permasalahan terkait tenaga kerja di Maros masih perlu mendapat perhatian khusus dari Pemkab. Pasalnya jumlah buruh mencapai ribuan orang.
Masalah yang menimpa buruh adalah kesejahteraan tenaga kerja. Jaminan kesehatan dan hak- hak perlindungan terhadap buruh perempuan yang bekerja di perusahaan juga masih kurang.
"Peranan pemerintah nyaris tidak ada. Fungsi pengawasan dan penegakan aturan masih sangat lemah. Hal itu bisa kita lihat dalam penangan kasus tenaga kerja PT Kurnia Batu Indah," ujarnya.
Perusahaan tersebut sudah berumur hampir 20 tahun, namun sampai sekarang perusahaan tersebur tidak pernh melaksanakan kewajibannya untuk mensejahterahkan burujnya.
"Jadi pertanyaan, kemana fungsi dinas pengawasan tenaga kerja selama ini. Tidak ada kerjanya," katanya.
KSPSI Maros meminta kepada Bupati Maros, Hatta Rahman untuk lebih memperhatikan nasib tenaga kerja yang ada di Maros.
Bupati juga diharap, segera melakukan perombakan total di instansi Dinas Tenaga Kerja karena terdapat indikasi adanya oknum- oknum diistansi tersebut yang pro pengusaha.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hatta-rahman_20160425_170834.jpg)