Emosi Merusak Kesehatan, Kendalikan dan Berikut Petunjuk Pakar

“Emosi adalah fisiologis,” kata dr Karen Lawson, seorang asisten profesor komunitas kesehatan dan pengobatan keluarga di University of Minnesota

Emosi Merusak Kesehatan, Kendalikan dan Berikut Petunjuk Pakar
menshealth
ilustrasi 

Berdasarkan penelitian yang ditulis Hermann Nabi Ph.D., perasaan negatif yang terus-menerus dapat membahayakan pembuluh darah Anda dan mengganggu bagian sistem saraf yang mengatur detak jantung, pun meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.

Solusi Anda: Berpikiran Positif

Anda tidak mungkin selamanya optimistis tapi Anda juga tidak boleh menjadi seorang pesimis sejati.

Setiap pekan pilih bagian dalam hidup Anda –karir, kencan, atau bagian lain– dan bayangkan sepuluh tahun berikutnya jika semua berjalan baik-baik saja.

Latihan ini dapat meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan, kata para peneliti dari University of California di Riverside.

Masalah Anda: Kecemasan

Ketika tekanan meningkat, rasa cemas akan mengambil-alih tindakan Anda. Namun, jika Anda terus-menerus khawatir, kemungkinan besar Anda bisa menjadi gila.

Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa kecemasan dapat meningkatkan kemungkinan pikun.

Hal itu dikarenakan tekanan mental kronis, meningkatkan kadar glukokortikoid.

Dan kelebihan hormon ini dapat membunuh sel otak Anda serta mengerutkan pusat ingatan Anda.

Solusi Anda: Latih Otak

Lakukan resep ini di pusat kebugaran. Lakukan latihan kardio berintensitas sedang, setidaknya selama setengah jam, sebanyak tiga kali sepekan.

Berdasarkan kesimpulan penelitian Southern Methodist University di Amerika Serikat, olahraga memiliki efek menenangkan yang serupa dengan obat anticemas. Ditambah, “Aktivitas fisik mendorong aliran oksigen yang dibutuhkan otak Anda untuk mengkonsolidasi dan menciptakan ingatan,” kata Jeff.

Masalah Anda: Kelelahan

Anda pikir bisa menangani pekerjaan 60 jam sepekan? Cek gula darah Anda.

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti Serbia, pria yang merasa stres dalam pekerjaannya, 21 persen lebih mungkin terkena diabetes dibandingkan dengan pria yang tidak mengalami stres.

Stres dalam bekerja dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan inflamasi, kata para peneliti dari Israel.

Solusi Anda: Meringis dan Tahan

Jalan keluar termanjur adalah menyingkirkan pekerjaan Anda dan pindah ke Fiji. Jika Anda tidak mungkin memilih langkah itu, maka tenangkan diri Anda sejenak.

Tersenyum saat tertekan dapat menenangkan debar jantung Anda, kata peneliti dari University of Kansas, Amerika Serikat.

“Bahkan senyum yang tidak tulus –sama dengan ekspresi menggigit pensil– dapat melepaskan stres,” kata Jeff. 

Demikian, semoga bermanfaat. (menshealth)

Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved