Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PPSDM Hubla: Harus Ada Kuliah Lawan Perompak

Ya, alumni Polimarim AMI yang berasal dari Palopo, menjadi salah satu korban penyanderaan Abu Sayyaf dalam aksi pembajakan ketika melintas di Filipina

Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Kabid Pendidikan Pusbang SDM Hubla Kemenhub didampingi Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani saat memberikan keterangan pers. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Bidang Pendidikan Pusat Pengembangan Sumber Daya Alam (PP SDM) Perhubungan Laut (Hubla) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Capt Asnam Rohadi meminta kampus pencetak tenaga pelaut memberi kuliah tentang melawan perompak.

Hal tersebut diungkapkan Asnam saat menutup kegiatan pelatihan Training Course for Train The Simulator Trainer and Assessor (ToT IMO Model Course 6.10) di kampus Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar, Senin (25/4/2016).

“Semua kampus pencetak tenaga pelaut harus memberikan kuliah soal menghadapi aksi piracy atau perompakan/pembajakan kapal di laut. Karena kita tahu, salah seorang alumni Polimarim AMI menjadi korban penyanderaan Abu Sayyaf,” ujarnya dikutip dari rilis yang diterima tribun-timur.com.

Ya, alumni Polimarim AMI yang berasal dari Palopo, menjadi salah satu korban penyanderaan Abu Sayyaf dalam aksi pembajakan ketika melintas di Filipina.

Direktur Polimarim AMI Amrin Rani menambahkan, sesuai dengan arahan Pusbang SDM Hubla Kementrian Perhubungan, bakal menambahkan perkuliahan terkait pencegahan terhadap perompakan atau pembajakan.

Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Seminar Nasional Ketahanan Maritim dengan salah satu materi terkait pencegahan wilayah laut dari tindak kejahatan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved