Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelajar SMP di Gowa Tinggalkan Rumah Setelah Minta Dibelikan Handphone

Ibu Fitri, Citra, saat ditemui di Mapolres Gowa, menceritakan jika anak keduanya itu, pergi setelah dia janji akan membelikan handphone.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Citra menunjukkan foto anaknya, Fitri yang kabur dari rumah setelah minta dibelikan handphone 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Seorang siswi SMPN 2 Sungguminasa, Marisyah Maryam Bambang (16), dilaporkan menghilang sejak Minggu (10/4).

Marisyah yang biasa dipanggil Fitri oleh orangtuanya itu, pergi meninggalkan rumah di Jl Alternatif 5 Swadaya, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, tanpa sepengetahuan siapapun.

Ibu Fitri, Citra, saat ditemui di Mapolres Gowa, menceritakan jika anak keduanya itu, pergi setelah dia janji akan membelikan handphone.

"Dia minta dibelikan Hp. Kalau saya sudah dapat uang dari kerja catering ku di RS Bhayangkara Makassar, dia bilang belikan saja Hp nanti ma, saya bilang iya nak. Itu ji dia minta. Lalu saya kembali pergi kerja," katanya, Jumat (15/4/2016).

Sebelum pergi kerja, Citra masih sempat mengelus kepala anak perempuan semata wayangnya itu dan memberikan uang Rp 20 ribu untuk jajan.

"Waktu dengar dia tidak pulang saya pikir dia mungkin pergi ke rumah temannya. Pasti ji pulang. Tapi setelah saya tanya ke tetangga, katanya ada yang lihat dia jalan ke arah Jembatan Kambara dan dijemput mobil Avanza, " katanya lagi.

Citra yang sudah berpisah dengan ayah kandung Fitri sejak umur dua tahun itu juga mendatangi beberapa teman sekolahnya, namun hasilnya sama. Keberadaan Fitri masih belum juga diketahui. Bahkan Citra sampai bermohon-mohon agar anaknya itu tidak sengaja disembunyikan oleh mereka.

"Saya sudah coba cari di paranormal, katanya saya disuruh cari di rumah susun di Tanjung Makassar. Saya kesana katanya tukang bentor pernah lihat kalau anakku jalan sama dua perempuan yang dandannya menor. Mungkin dia ikut itu," ujarnya.

Citra pun berharap anaknya bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

"Tidak apa-apa ji anakku pak? Tidak dibunuh ji? Tidak dibuang ji?, bagaimana kalau diperkosa, dibunuh lalu dibuang? Fitri pulang nak...nanti saya belikan Hp. Biarkan saya saja yang menderita nak, asal jangan kamu, "tambah Citra yang bertanya kepada anggota polisi dengan terisak.

Terakhir Fitri meninggalkan rumah dengan mengenakan pakaian putih lengan panjang didalam dilapisi baju hitam pendek diluar, celana panjang abu-abu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved