Breaking News:

Celebes Explore

Wisatawan Rammang-Rammang Bisa Istirahat di Cafe Penyatuan Alam

Cafe yang didesain dengan menyatukan keindahan alam ini berada di pinggir sungai sekitar dermaga dua Rammang- Rammang.

TRIBUN TIMUR/ANSAR
Wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang berlibur di destinasi wisata alam Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa Maros, bisa mampir ke cafe Rammamg- Rammang milik Udin Danci (57). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang berlibur di destinasi wisata alam Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa Maros, bisa mampir ke cafe Rammamg- Rammang milik Udin Danci (57).

Cafe yang didesain dengan menyatukan keindahan alam ini berada di pinggir sungai sekitar dermaga dua Rammang-Rammang.

Untuk memanjakan pengujung, Udin membuat dermaga yang tersambung langsung dengan cafenya. Selain bisa menikmati makanan maupun minuman, pengunjung juga akan menikmati udara segar.

Cafe ini berbeda dengan cafe pada umumnya. Cafe tersebut tidak tertutup, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan alam Rammang- Rammang.

"Memang saya konsep cafe ini dengan menyatukan dengan alam. Jadi pengunjung bisa bersantai sambil melihat keindahan alam sekitar," ujarnya.

Cafe itu dibangun pada Juni tahun 2015 dan difungsikan pada Oktober 2015. Saat ini, cafe yang berada di atas empang seluas 25x 45 meter itu, sudah dilengkapi dengan dua kamar penginapan.

Rencananya, Udin akan menambah empat kamar penginapan lagi yang menyerupai hotel bintang lima. Untuk tarif, Udin memasang Rp 350 ribu permalam.

Bahkan, cafe yang terbuat dari kayu itu juga bisa dijadikan lokasi praweding dan harganya hanya Rp 100 ribu saja sampai pengunjung merasa puas.

"Untuk sementara, baru dua penginapan berfasilitas hotel. Bentuk bangunan ini unik karena perpaduan rumah adat Sasak Lombok dan Bugis. Saya padukan ini karena rumah adat menyatu dengan alam," katanya.

Rencanya, Udin juga akan menyiapkan tempat mancing di lokasi cafe yang terbuka 24 jam itu.

Untuk mempercantik bangunannya, Udin telah memasang beberapa lampu hias dan beberapa patung. Cafe dan penginapan hanya ditutupi dengan atap rumbia supaya pengunjung tidak kepanasan.

Penulis: Ansar
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved