Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Keluhan Guru Sukarela di Pelosok Bone

Sebanyak delapan tenaga pengajar sukarela di sekolah tersebut.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Mahyuddin
TRIBUNTIMUR/MUNJIYAH
Begini suasana SD 1/75 Bonto Masunggu, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Sabtu (9/4/2016). 

TRIBUNBONE.COM, TELLULIMPOE - Guru sukarela di SD 1/75 Bonto Masunggu, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, mengeluhkan sikap bupati dan wakil bupati yang tidak memperhatikan tenaga guru sukarela di daerah tersebut.

"Kita ini tidak pernah diperhatikan di wilayah perbatasan," kata seorang guru sukarela yang menolak disebut namanya, Minggu (10/4/2016).

"Pak Bupati Bone dan wakilnya tidak pernah ke sini, padahal kami ini juga guru sukarela yang ingin diperhatikan," ujarnya.

Sebanyak delapan tenaga pengajar sukarela di sekolah tersebut.

Selain tenaga sukarela, SD 1/75 Bonto Masunggu memiliki tiga tenaga PNS, satu menjabat sebagai kepala sekolah, ada juga sebagai guru olahraga, dan guru kelas.

"Sejak 2003 kami sukarela, ada juga yang sejak 2007, selama ini kami cuma dibayar Rp 750 ribu pertriwulan itupun kalau ada dana bos," jelasnya.

"Bahkan ada juga yang NUPTK tidak ada sejak jadi sukarela, kurang perhatian dengan kesejahteraan guru-guru tenaga sukarela padahal di sini butuh guru," tuturnya.

Tenaga sukarela di sekolah tersebut berasal dari perguruan tinggi pendidikan ternama di seperti Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah, Universitas Terbuka, Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Kabupaten Pangkep.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved