Sidrap Butuh Rp 3 Miliar untuk Musnahkan Itik Terjangkit Flu Burung
Asumsinya, masih banyak itik yang terjangkit virus namun belum dimusnahkan.
Penulis: St. Fathin Hamidah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNSIDRAP.COM, PANGKAJENE - Penyebaran virus flu burung di Kabupaten Sidrap masih berpotensi terjadi.
Asumsinya, masih banyak itik yang terjangkit virus namun belum dimusnahkan.
Itik terjangkit flu burung tersebut tersebar di empat kecamatan di Sidrap, yakni Kecamatan Baranti, Maritengngae, Watang Sidenreng dan Tellu Limpoe.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, Sadalia, menyebut masih ada 66.710 ekor itik di empat kecamatan itu yang perlu diwaspadai.
"Saya tidak mengatakan itu sudah positif terjangkit virus, tetapi idealnya, 66.710 ekor itik yang masih hidup di empat kecamatan itu, harus didepopulasi atau dimusnahkan," kata Sadalia, Kamis (7 /4/2016)
Sayangnya, lanjut Sadalia, Pemkab Sidrap tidak punya dana cadangan untuk dijadikan kompensasi atau ganti rugi kepada peternak apabila itik-itik mereka akan dimusnahkan.
"Pemkab maupun provinsi tak punya dana kompensansi untuk itu. Apalagi jumlahnya terbilang besar hingga Rp 3 miliar lebih dengan perhitungan Rp 45 ribu per ekor," kata Sadalia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-itik_20160407_153031.jpg)