Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ada Jasa Terapi Menangis di Jepang

Jepang memang dikenal sebagai bangsa yang tak suka memperlihatkan emosi berlebihan.

Penulis: Mahyuddin | Editor: Mahyuddin
BAYMONTTAMPA.COM
Ilustrasi menangis 

TRIBUNBONE.COM, TOKYO - Sebuah survei terbaru menyebutkan, setidaknya satu dari empat orang karyawan di Jepang pernah menangis di dalam kamar mandi.

Sebanyak 24,9 persen dari 405 karyawan pria dan wanita yang diwawancarai situs My Navi, mengaku, mereka setidaknya pernah sekali bersembunyi di kamar kecil untuk menangis.

Alasan mereka menangis sangat beragam mulai dari tekanan pekerjaan, membuat kesalahan hingga sulitnya menghadapi atasan.

Jepang memang dikenal sebagai bangsa yang tak suka memperlihatkan emosi berlebihan.

Konfrontasi langsung atau debat terbuka merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi di kantor-kantor dengan hirarki yang ketat.

Menangis nampaknya kini menjadi salah satu momen untuk melegakan diri sendiri bagi sebagian warga Jepang.

Belakangan, layanan dan kegiatan yang terkait dengan menangis tengah populer di Jepang.

Bahkan kini di Jepang kerap digelar ajang rui-katsu atau mencari air mata.

Dalam ajang ini sekelompok orang berkumpul bersama untuk menonton film mendengarkan lagu sedih dengan tujuan agar dapat menangis untuk melepaskan beban.

Tak hanya itu, di Jepang kini ada perusahaan yang menyewakan tenaga ahli terapi menangis. Para pakar ini dikirim ke kantor-kantor untuk menggelar sesi menangis bersama.

Tahun lalu, hotel Mitsui Garden Yotsuya di Shinjuku, Tokyo membuka layanan "kamar menangis" yang dilengkapi dengan koleksi film-film sedih dan persediaan tisu yang sangat banyak.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved