VIDEO ON DEMAND
VIDEO: Cara Rutan Kelas IA Makassar Cegah Tahanan Memberontak
Menggelar Ibadah Salat berjamaah dan pengajian.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebakaran yang melanda Rumah Tahanan (Rutan) di Bengkulu hingga menewaskan lima orang tahanan beberapa waktu lalu ditanggapi oleh Kepala Rutan Kelas IA Makassar, Surianto.
Surianto mengatakan, kebakaran yang diduga berawal dari keributan yang dilakukan para tahanan seharusnya tidak terjadi jika saja petugas tanggap melihat situasi.
Tak mau kejadian sama menimpa Rutan yang ia kepalai, Surianto mengaku memiliki cara sendiri yaitu dengan meningkatkan kekompakan antara sipir dan para penghuni rutan.
Salah satu hal yang sering dilakukan petugas untuk menjaga kekompakan dengan para napi adalah menggelar Ibadah Salat berjamaah dan pengajian.
Tak hanya itu, mereka rutin melakukan kegiatan dialog, olahraga, diskusi, dan juga berkomunikasi terus menerus dengan pihak keluarga para tahanan.
Hal itu menurut Surianto dapat menangkal kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa muncul akibat para tahanan yang jumlahnya ribuan menjadi depresi, hingga akhirnya melakukan perlawanan. (*)