Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemuda Indonesia yang Mendunia Ini Mantan Penjaga Warnet

Ketertarikannya pada dunia IT sudah terlihat ketika memasuki sekolah menengah pertama.

Editor: Ilham Mangenre
ist
Benny Fajarai 

"Meski tidak ikut andil langsung dengan apa yang ia kerjakan sekarang tetapi kami sebagai keluarga selalu mengikuti langkah apa yang Benny lakukan. Dan kami benar-benar bangga," tukasnya.

Ketua RT sekaligus pemilik warnet tempat Benny dulu bekerja, Erwin Lubis menuturkan Benny ikut ia bekerja sejak kelas satu SMA. Ini dilakukan karena orang tua Benny tidak ingin anaknya setiap hari pergi bermain jauh dari rumah.

"Dulu saya buka air isi ulang dan satu lagi ada warnet, dia yang nunggu warnet saya kalau sudah pulang sekolah. Orang tuanya tidak masalah mau digaji berapapun asal dia tak main jauh-jauh. Ayahnya pun, Pak Sufandi sering lewat warnet jadi tidak khawatir anaknya ke mana-mana," ungkapnya.

Karena bertujuan positif, Benny pun mengikuti dan ternyata dari hanya penjaga warnetlah kemudian ia dikenal dunia.

Hobinya dalam dunia IT juga telah dilihat oleh Erwin, berawal dari kegemaran Benny bermain game di komputer.

"Takut juga kan pergaulan anak jadi ke narkoba atau apalah itu. Saking sukanya bermain game di warnet dia juga suka lupa makan. Itu yang selalu saya ingat. Benny itu baik dan ramah, mudah bergaul dengan siapa saja. Kalau dia yang jaga warnet saya ramai," katanya.

Ia berharap di usia mudanya Benny tidak puas dengan apa yang ia capai sekarang. Bahkan kalau bisa selalu meningkatkan kemampuan dan terus berprestasi. Ia ingin Benny selalu ingat perjuangan sang orang tua membesarkannya hingga bisa seperti sekarang.

"Saya sangat salut dengan keluarga Benny. Ayahnya itu dulu sopir oplet, tapi semua anaknya pintar-pintar, kuliahnya dapat beasiswa semua.

Keluarganya juga tidak ada sombong-sombong, rendah hati meski sekarang sudah berhasil. Ayahnya cerita kalau anak-anaknya kuliah ini tidak ada menggunakan uang orang tua, semuanya beasiswa," pungkasnya.

Pemuda Indonesia Masuk Daftar "Forbes"

Majalah Forbes melansir daftar "30 Under 30 Asia" dalam laman situsnya. Daftar tersebut berisikan nama-nama anak muda berusia bawah 30 tahun di wilayah Asia yang dianggap sebagai pemimpin menjanjikan, entrepreneur andal, dan game changer.

Total, Forbes membagi daftar tersebut menjadi 10 kategori. Tiap-tiap kategori terdapat 30 nama.

Itu artinya, ada 300 nama yang mengisi daftar tersebut.

Kategori-kategori itu di antaranya adalah Consumer Tech, Healthcare & Science, dan Entreprise Tech. Sebagian besar dari nama tersebut, uniknya, berasal dari industri teknologi.

Menariknya, terdapat beberapa nama asal Indonesia dalam daftar yang dilansir oleh Forbes itu.

Empat anak muda Indonesia terpilih yang berkecimpung di dunia teknologi, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Forbes, Kamis (25/2/2016), adalah Kevin Aluwi, pendiri sekaligus Chief Financial Officer dari Go-Jek; Benny Fajarai, Co-founder Qlapa; Arief Widhiyasa, Co-founder Agate Studio, dan Ferry Unardi, Cofounder & CEO Traveloka.

Tiga nama pertama masuk ke kategori "Consumer Tech" dan Ferry Unardi dari Traveloka masuk dalam kategori "Retail & Ecommerce".

Nama-nama tersebut juga disejajarkan dengan pendiri produsen smartphone terkenal asal China, yakni Carl Pei dari OnePlus.

Selain itu, ada juga beberapa nama tokoh muda Indonesia yang masuk ke kategori kesehatan, seperti Leonika Sari Njoto Boedioetomo, CEO Reblood dan Mesty Ariotedjo, Cofounder WeCare.id. (Tya/Tribun Pontianak/kompasTekno.com/Forbes)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved