Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Gabah Turun Drastis, Petani Maros Mengeluh

Ibrahim mengaku menggarap 3,7 hekatre sawah milik warga lainnya.

Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Petani di Dusun Bonti- Bonti, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Maros mengeluh lantaran harga gabah yang turun drastis. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Petani di Dusun Bonti- Bonti, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Maros mengeluh lantaran harga gabah yang turun drastis.

Seorang petani Dusun Bonti-bonti yang ditemui di saat memotong padi di sawahnya, Ibrahim mengatakan, Kamis (24/3/2016) harga padi turun mulai dari Rp 500 sampai Rp 1000.

Beberapa hari lalu, saat dia mulai memanen pertama harga gabah mencapai Rp 4600, namun harga tersebut saja bertahan dua hari saja. Hari berikutnya, harga gabah menjadi Rp 4200, harga tersebut hanya sehari saja.

"Setelah itu, turun lagi menjadi Rp 3800, itu juga satu hari. Turun lagi menjadi Rp 3700, harga itu sampai hari ini. Kata pedagang, harga beras di Makassar juga turun," ujarnya.

Ibrahim mengaku menggarap 3,7 hekatre sawah milik warga lainnya. Hasil dari sawah garapannya tersebut kemudian dibagi dua.

Sekali musim panen, dia mengeluarkan uang sekitar Rp 15 juta untuk biaya traktor, pupuk dan pestisida dengan harapan biaya produksinya meningkat.

"Tapi kali ini kami sangat kecewa. Biaya kami keluarkan sebesar Rp 15 juta itu rasanya tidak sebanding dengan hasil panen karena harga padi terus menurun," ujarnya.

Dia meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib petani. Pasalnya, petani yang bekerja keras meski hujan dan terik matahari, nanum hasil kinerjanya tersebut mengecewakan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved