Rio Haryanto Gagal Finis karena ‘Driveline Problem’, Apa Itu? Ini Penjelasannya
‘Orang bengkel’ ataupun orang-orang yang mengerti tentang mobil seringkali menyebutnya dengan...
TRIBUN-TIMUR.COM - Debut Rio Haryanto di Formula 1 diwarnai dengan kegagalan finis.
Pebalap Indonesia itu tak bisa menyelesaikan GP Australia di Sirkuit Melbourne Grand Prix Albert Park, Minggu (20/3/2016).
Rio Haryanto hanya menyelesaikan 19 dari seharusnya 57 putaran. Mobil yang dialaminya mengalami kendala setelah adanya insiden antara Fernando Alonso dan Esteban Gutierrez.
Akun Twitter Manor Racing menyebut ada masalah pada driveline sehingga Rio tak bisa melanjutkan balapan.
“Sad to say we've had to retire @RHaryantoracing as his car has a driveline problem. He won't be restarting,” tulis Manor dia kun twitternya.
Banyak penikmat formula 1 bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan driveline problem.
Seperti dikutip dari wikipedia, Driveline atau Drivetrain dari sebuah kendaraan bermotor adalah sekelompok komponen yang mengirimkan tenaga ke roda penggerak kendaraan.

‘Orang bengkel’ ataupun orang-orang yang mengerti tentang mobil seringkali menyebutnya dengan roda penggerak (seperti dalam roda penggerak depan ataupun roda peggerak belakang).
Ataupun terkadang disebutkan dalam ‘bahasa bengkel’ sebagai gardan. Mobil gardan depan, gardan belakang, dan lain sebagainya.
Namun Drivetrain itu sebenarnya merupakan satu sistem. Fungsi inti dari sistem drivetrain ini adalah untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke roda.
‘Penyalur tenaga’ ini tidak cuma satu. Ada lebih dari satu yang kerja satu sama lainnya bersifat saling integratif. Olehnya itu drivetrain adalah satu sistem.
Para ‘penyalur tenaga’ ini terdiri dari clutch (kopling), transmission (transmisi), transaxle/driveshaft/propeller shaft, dan differential (gardan).
Oleh karena itu, Gardan yang sering disebut-sebut sebagai Driveline ternyata hanya salah satu variabel.
Spesifikasi Mobil Rio
Di ajang Dormula 1, Rio mengendarai Manor MRT05. Mobil ini juga digunakan rekan Rio, pembalap asal Jerman, Pascal Wehrlein.
Terdapat sejumlah perbedaan di mobil baru dibanding pendahulunya, Manor M03B.
Salah satu yang mencolok adalah, Manor kini memakai mesin pabrikan asal Jerman, Mercedes Benz setelah dua musim menggunakan mesin Ferrari. Musim ini, MRT05 menggunakan dapur pacu Mercedez PU106C Hybrid Turbo 1.6 L V6.
Sesuai regulasi F1 yang mengusung mesin hybrid (kombinasi antara mesin listrik dan mekanik), MRT05 juga dilengkapi motor elektrik Motor Generator Unit.
MRT05 ini juga mengaplikasikan gearbox (rumah transmisi) semi otomatis buatan Williams dengan 8 percepatan dan satu gigi mundur. Di mobil MRT05 terdapat dua komponen Williams yaitu suspensi belakang dan girboks. Sedangkan,
Perangkat tersebut dipasangkan di atas sasis buatan Manor berbahan dasar komposit dengan tulang penyangga model 'sarang lebah'. Penggunaan sasis dari bahan serat karbon membuat bobot mobil kurang dari satu ton.
Dilansir dari situs resmi Manor, mobil ini hanya memiliki berat 702 kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rio-haryanto_20160320_200525.jpg)