Ahok Ungkap Motivasinya Jadi Gubernur saat Diwawancarai CCTV Tiongkok
Alasannya cukup sederhana, yakni
TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah alasan Basuki Tjahaja Purnama atau paling dikenal dengan panggilan Hakka, Ahok termotivasi ingin duduk di dalam pemerintahan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Saat diwawancarai CCTV, saluran berita terbesar RRT (Republik Rakyat Tiongkok) mengungkapkan dalam bahasa Mandarin yang cukup fasih menjadi Gubernur karena nasehat dari mendiang ayahnya.
Dalam wawancara yang diunggah ke Youtube, Ayah Ahok ketika itu Indra Tjahja Purnama mengatakan kalau sudah saatnya warga keturunan Tionghoa duduk dalam pemerintahan.
Alasannya cukup sederhana, yakni agar bisa membantu orang lain.
Warga keturunan Tionghoa yang hanya berjumlah dua persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 225 juta orang kebanyakan hanya bisa menjadi pengusaha.
Namun ayahnya menekankan kalau menjadi pengusaha punya uang Rp 1 miliar hanya bisa membantu 2.000 orang, namun kalau menjadi pemimpin dia bisa membantu orang lain lebih banyak lagi.
Dari sinilah dia berniat menjadi Gubernur DKI Jakarta yang pertama dari keturunan Tionghoa.
"Ayahku mengatakan kita sebaiknya ada di pemerintahan, bukan jadi pengusaha," ujarnya kepada jaringan televisi RRT terbesar itu.
Pernyataan itu sempat menjadi bahan pertanyaan Ahok. Ayahnya pun menjawab cukup sederhana. Katanya, "kalau kamu punya uang satu miliar, kamu hanya bisa membantu 2 ribu orang."
Katanya, sambil mengingat petuah ayahnya itu. "Dengan uang segitu, kasih masing-masing 500 ribu, maka uang tersebut akan segera habis. Kamu tidak bisa memberikan uang segitu buat bantu setiap bulannya," katanya menerangkan.
Jadi bagaimana bisa menolong kalau orang yang meminta bantuan lebih dari 2.000 orang?
Makanya kalau jadi pejabat pemerintah dirinya bisa membantu lebih dari satu desa orang, bahkan satu pulau.
Oleh karenanya pada 2004 dia mulai memasuki panggung politik dengan menjadi pengurus Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB).
Dari sini dia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih masuk ke Senayan menjadi anggota DPR.
Hingga akhirnya dia bisa menjadi Bupati Belitung Timur sampai sekarang menjadi Gubernur DKI Jakarta meneruskan kepemimpinan Joko Widodo alias Jokowi yang menjadi Presiden RI.(fahrizal fahmi daulay)