Ketua DPRD Tana Toraja Sesalkan Kenaikan Iuaran BPJS, "Data Saja Tidak Beres"
"Rapikan dulu datanya, baru bicara soal kenaikan," kata ketua Partai Golkar Tana Toraja, tersebut.
Penulis: Yultin Rante | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE- Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi sesalkan rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Mana bisa mau naik, ini saja datanya di Tana Toraja berantakan dan belum dibereskan," Welem Sambolangi kepada tribuntoraja.com, Minggu (13/3/2016) sore.
Menurut Welem, BPJS Cabang Toraja sudah dua kali rapat dengar pendapat dengan DPRD Tana Toraja terkait kemelut kartu peserta BPJS Tana Toraja.
Namun, kata Welem, belum membuahkan hasil, kartu tak kunjung diserahkan kepada warga kurang mampu.
"Rapikan dulu datanya, baru bicara soal kenaikan," kata ketua Partai Golkar Tana Toraja, tersebut.
Mandiri BPJS Kesehatan mengalami kenaikan, sebagai berikut:
- Klas I, semula Rp.59.500,- menjadi Rp.80.000,-
- Klas II, semula Rp.42.500,-Menjadi Rp.51.000,-
- Klas III, semula Rp.25.500,- Menjadi Rp.30.000,-
Termasuk yang Jamkesda dari Rp 19.225 menjadi Rp 23.000
Kenaikan iuran tersebut berlaku mulai April 2016. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-dprd-tana-toraja-4_20160313_181436.jpg)