Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kaswadi: Soppeng Tidak Pantas Dapat Piala Adipura, Direkayasa

Pasalnya, tim dari dinas kesehatan itu tidak dapat mencegah penyebaran DBD

Penulis: Awaluddin Marwan | Editor: Imam Wahyudi
awaluddin/tribunsoppeng.com
Gara-gara uang tak cukup, pasien bernama Rita Juspita(16) terbaring di teras Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) La Temmamala, Watansoppeng, ibu kota Kabupaten Soppeng, Selasa (1/3/2016) siang. 

TRIBUNSOPPENG.COM, LALABATA - Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, kecewa dengan kinerja tim penanggulangan penyakit demam berdarah dangue (DBD) di Kabupaten Soppeng.

Pasalnya, tim dari dinas kesehatan itu tidak dapat mencegah penyebaran DBD, sebaliknya Soppeng masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Kaswadi, pun meminta predikat Soppeng sebagai kabupaten sehat dan bersih sehingga meraih Piala Adipura tahun 2015, agar dicabut saja.

“Kaswadi mengungkapkan hal ini dalam sambutannya pada acara Rapat Tindaklanjut dan Evaluasi KLB DBD Lintas Sektor Tingkat Kabupaten Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Jl Salotungo, Kelurahan Lalabata, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Sulsel, Kamis (10/3/2016) sore.

“Dapat Piala Adipura karena predikat kabupaten sehat, tapi masyarakat yang sakit setiap bulan jumlahnya ratusan, kabupaten bersih tapi sampah dimana-mana,” ujar Kaswadi dihadapan puluhan peserta rapat.

“Kalau bisa predikat ini diusulkan saja untuk dicabut, karena kita hanya terlena pada predikat yang banyak direkayasa. Kami tidak butuh predikat yang tidak sesuai, yang kami butuhkan predikat dari rakyat,” ungkap Kaswadi.

Ketua Dewan Mustayar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Soppeng ini, mengatakan rendahnya mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Soppeng membuat banyak warga daerah tersebut yang berobat ke daerah lain, seperti ke Bone, Sidrap dan Wajo.

“Setiap pertemuan selalu saya sampaikan, saya masih memegang prinsip Kawali. Kalau kami harus turun tangan langsung, lagi tidak jadi masalah, tapi seharusnya kalian malu kepada masyarakat kalau bupati dan wakil bupati yang terjun langsung di lapangan, sementara masalahnya bisa diselesaikan ditingkat instansi tekhnis,” tegasnya.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Mencari Jejak Hominins Sulawesi

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved