OJK Gandeng NU, Asbisindo Target DPK Tumbuh 12 Persen
Akan memberikan edukasi keuangan mikro syariah dan literasi keuangan di sejumlah institusi
Penulis: Rasni | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Rasni Gani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk meningkatkan keaungan unit bisnis syariah disambut baik Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sulsel.
Dalam kerjasama tersebut OJK akan memberikan edukasi keuangan mikro syariah dan literasi keuangan di sejumlah institusi seperti sekolah Islam, kampus, pesantren, masjid, madrasah, dan lainnya.
Ketua Asbisindo Sulsel, Abdul Gaffar Lewa, Selasa (1/3/2016), mengatakan ditargetkan bisa meningkan dana pihak ketiga (DPK) yang kini angkanya sangat rendah dibandingkan dengan dana pinjaman yang dikeluarkan.
“Jika sebelumnya peningkatan DPK yang kami canangkan sekitar 10 persen yoy tahun 2015 dengan tahun 2016, maka akan naik menjadi 12 persen,” katanya saat ditemui di kantornya, Jl Ahmad Yani, Makassar.
Artinya dana DPK Bank Syariah se-Sulsel sekitar Rp 3,8 triliun bisa naik menjadi Rp 4,2 triliun.
Sebelumnya diberitakan Tribun Loan to Deposit Ratio (LDR) bank syariah di Sulsel sekitar 206 persen.
Artinya bank syariah sulit menghimpun DPK karena tidak banyak masyarakat menyimpan dana, sementara pembiayaan cukup diminati. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gafarlewa_20160206_135151.jpg)