Kementerian Kesehatan Bicara Kasus Kusta di Gowa

Sekda, Muchlis berharap kegiatan advokasi intensifikasi kasus kusta pertama ini akan terus dilanjutkan untuk memicu gerakan pencegahan berkembangnya.

Kementerian Kesehatan Bicara Kasus Kusta di Gowa
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Kementerian Kesehatan RI menggelar pertemuan advokasi dan pelatihan singkat kegiatan intensifikasi penemuan kasus Kusta Frambusia, di Gedung Adi Jaya, Jl Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sulsel, Selasa (23/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Kementerian Kesehatan RI menggelar pertemuan advokasi dan pelatihan singkat kegiatan intensifikasi penemuan kasus Kusta Frambusia, di Gedung Adi Jaya, Jl Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sulsel, Selasa (23/2/2016).

Pertemuan yang juga dihadiri Sekda, Muchlis, Dinkes Gowa dan Dinkes Sulsel, Badan Pemberdayaan Perempuan, Kepala Puskesmas, juga anggota DPRD Gowa, bertujuan untuk berkomitmen mengeliminasi adanya penyakit yang berada diposisi kedua di Gowa.

Sekda, Muchlis berharap kegiatan advokasi intensifikasi kasus kusta pertama ini akan terus dilanjutkan untuk memicu gerakan pencegahan berkembangnya.

"Makanya kegiatan ini juga kita libatkan lintas sektor. Agar kepedulian bukan hanya dalam bentuk gerakan saja,"katanya.

Muchlis pun berjanji, tindakan antisipasi akan dilakukan pemerintah dengan menyiapkan anggaran khusus untuk memutuskan rantai perkembangan kasus Kusta dan Frambusia.

Pemateri dari Kemenkes RI, Subdit Kusta Frambusia, dr Nani menjelaskan, jika kusta sendiri adalah penyakit yang menular namun tidak mendapat perhatian khusus.

Padahal ditahun 2014, penyakit Kusta di Indonesia mendapat posisi ketiga didunia penderita kusta.

"Gejala awal penyakit kusta itu berapa bercak putih seperti panu ataupun bercak kemerahan, yang kurang rasa ataupun mati rasa, tidak ditumbuhi bulu, tidak mengeluarkan keringat, tidak gatal dan tidak sakit, sehingga penderita seringkali tidak merasa terganggu," katanya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved