Terkait CPI, Bos Ciputra Group Akan Temui Bos Lippo Group
PT Ciputra Group akan melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Lippo Group sebagai holding PT GMTD.
Penulis: Rasni | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Rasni Gani
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Menyoal permasalahan larangan pelintasan mobil pengangkut material pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) oleh manajemen PT GMTD, PT Ciputra Group akan melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Lippo Group sebagai holding PT GMTD.
Associate Director Ciputra Group, Sinyo Pelealu, Minggu (14/2/2016), menjelaskan, pihaknya akan menjernihkan masalah ini agar pembangunan CPI bisa kembali dilanjutkan.
"Kami akan bicarakan ini dalam posisi sesama perusahaan. Saya sendiri sudah menghubungi salah satu petinggi Lippo Group dan kami akan mengadakan pertemuan khusus dalam waktu dekat," kata Sinyo, saat dihubungi via telefon.
"Meredam kesalahpahaman ini demi kebaikan bersama terkait kelangsungan iklim investasi dan pembangunan di Sulsel berikut di kota Makassar," tambahnya.
"Selama ini kami membangun bagian dari fasilitas umum rakyat yakni wisma negara yang nantinya akan diserahkan ke Pemprov. Artinya itu milik bersama," katanya.
Dipaparkan Sinyo, terkait izin penggunaan jalan Tanjung Bunga sudah diperoleh dari pemerintah provinsi Sulsel.
"Pada dasarnya kami sudah punya izin dari Pemprov Sulsel makanya kami menggunakan fasilitas umum tersebut," katanya.
Dia menjelaskan, pada dasarnya pembangunan CPI keseluruhan akan memimalisir pengangkutan material menggunakan jalur darat. Melainkan lebih banyak melalui jalur laut.
"90 persen bahan material akan diangkut melalui jalur laut. Selebihnya sekitar 10 persen saja yang menggunakan jalur darat seperti yang kami lakukan saat ini," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/truk-ciputra_20160209_183204.jpg)