Relawan Pendidikan Sulsel Bina 400 Anak Putus Sekolah di Makassar

Anak-anak putus sekolah dibekali pendidikan dan pengajaran meski bukan di sekolah-sekolah formal.

Relawan Pendidikan Sulsel Bina 400 Anak Putus Sekolah di Makassar
HANDOVER
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa menjadi saksi lahirnya organisasi yang menghimpun 2.200 anggota yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Makassar, Sulawesi Selata, Kamis (11/2/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, menjadi saksi lahirnya Relawan Pendidikan Sulsel, Kamis (11/2/2016).

Organisasi yang menghimpun 2.200 relawan ini sengaja dideklarasikan di TPA Tamangapa agar para relawan lebih dekat dengan lapisan masyarakat bawah.

Deklarasi belangsung meriah di tengah bau sampah yang menyengat setelah diguyur hujan. Para relawan yang memakain seragam hitam-hitam berkumpul di sekitar TPA sejak pagi sambil menunggu kedatangan sang inisiator, danny Pomanto.

Di hadapan para relawan, Danny mengatakan akan terus memperjuangkan agar anak-anak usia sekolah di Makassar dapat mengenyam pendidikan dasar dan pengajaran di sekolah-sekolah formal.

"Kita tetap berupaya bagaimana anak-anak kita semua dapat tersentuh pendidikan formal. Keberadaan Relawan Pendidikan Sulawesi kita harapkan dapat menjaring anak-anak kita kembali ke bangku sekolah," harap Danny, Kamis (11/2/2016).

Saat ini, organisasi yang dipimpin Muskar Nain Yunus telah membina 400 anak putus sekolah dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.

Bersama PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) anak-anak putus sekolah dibekali pendidikan dan pengajaran meski bukan di sekolah-sekolah formal.

Berita selengkapnya dapat dibaca di edisi cetak Harian Tribun Timur, Jumat (12/2/2016) hari ini. (*)

Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved