Jembatan Biru Cenrana Maros Sudah Tiga Kali Ambruk Diterjang Banjir
Ali Akbar juga sudah berkoordinasi dan menyurat ke BPBD Maros, supaya jembatan tersebut segera diperbaiki.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Desa (Kades) Baji Pamai Kecamatan Cenrana Ali Akbar mengatakan, ambruknya jembatan Biru penghubung Dusun Laniti Cenrana dengan jalan poros di Dusun Pattiro Desa Rompegading Kecamatan Cenrana, sudah yang ketiga kalinya terjadi, Jumat (12/2/2016).
Sebelumnya, jembatan tersebut dibangun oleh masyarakat, kemudian jembatan itu dikerjakan oleh PNPM dan terakhir BPBD Maros. Jembatan yang dibangun tersebut semuanya ambruk.
"Jembatan ini ambruk setelah dibangun 2013 lalu. Warga Laniti Cenrana terisolir. Jika warga atau siswa yang ingin keluar, harus memutar sekitar tiga kilometer ke jembatan Dusun Madello," katanya.
Ali Akbar juga sudah berkoordinasi dan menyurat ke BPBD Maros, supaya jembatan tersebut segera diperbaiki.
Rencananya, jembatan tersebut akan diganti dengan jembatan gantung. Jembatan gantung itu tidak menggunakan lagi tiang di tengah sungai sehingga jembatannya bisa bertahan lama.
"Ini sudah tiga kali rubuh, pertama jembatan ini dibangun masyarakat, kedua PNPM dan ketiga BPBD. Saya tidak pernah menyangka jembatan ini ambruk secara tiba- tiba. Biasaya berminggu- minggu diguyur hujan baru rubuh," katanya.
Untuk pembangunan jembatan gantung nantinya, Desa Baji Pamai mempersiapkan anggaran Dana Desa sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut dipersiapkan untuk menambah dana dari BPBD.
Jembatan tersebut rubuh setelah diterjang tumpukan bambu yang jatuh ke sungai.(*)