PSM Makassar
M Rahmat Harap Kompetisi, Bukan Lagi Turnamen
Alasannya, turnamen hanya bersifat jangka pendek dan tak jelas muaranya
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Dalam waktu dekat ini pemerintah akan menjalankan lagi tiga turnamen. Namanya Piala Bung Karno, Piala Bhayangkara dan Piala Gubernur Kaltim dengan waktu pelaksanaan berdekatan, Februari hingga Maret 2016.
Pro dan kontra menyeruak menanggapi rencana perhelatan turnamen ini pasca pelaksanaan turnamen Piala Jenderal Sudirman. Tentangan banyak dari klub-klub serta pemain, mereka menginginkan kompetisi resmi.
Alasannya, turnamen hanya bersifat jangka pendek dan tak jelas muaranya. Hal ini pula yang dikhawatirkan striker M Rahmat Syamsuddin Leo. Striker PSM di musim 2015 ini lebih mengharapkan pelaksanaan kompetisi yang direncanakan April 2016 mendatang.
"Mudah-mudahan kompetisi serius digelar. Tidak molor. Kami pemain lebih mengharapkan kompetisi," kata Rahmat. Meski begitu ia tidak jenuh jika harus mengikuti turnamen karena yang terpenting baginya ia tetap bisa bermain.
"Tapi meski begitu, saya lebih mengharapkan kompetisi reguler, karena kompetisi memakai sistem kontrak satu musim jadi jelas antara pemain dan klub," tambahnya.
Setali tiga uang juga diungkapkan oleh kiper Dimas Galih Pratama. Kiper asal Surabaya, Jawa Timur ini juga ingin kompetisi dijalankan ketimbang turnamen.
Dengan kompetisi, persaingan antarklub lebih maksimal karena menerapkan kompetisi penuh selama satu musim, ketimbang turnamen jika ada tim tak lolos maka langkahnya hanya sampai di situ saja.
“Saya tidak bisa berbicara apa-apa lagi Bang. Intinya saya sebagai pemain berharap persepakbolaan di Indonesia tidak kisruh. Dan semoga cepat selesai serta tidak ada ego dari masing-masing," sebut Dimas.
"Semua di Indonesia tentu rindu atmosfir laga sepakbola kompetisi penuh. Dan saya lebih baik memilih kompetisi karena penghasilan dari kompetisi jelas," tambahnya. (*)