Ini Cerita Keanehan Tarekat di Tondong Tallasa Pangkep
Ragam Cerita Aliran Tarekat di Desa Bantimurung Pangkep
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNPANGKEP.COM- Perjalanan menuju Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallassa Kabupaten Pangkep ditempuh kurang lebih sejam. Sekitar pukul 15.30 wita, Senin (25/1/2016), tribunpangkep.com, tiba di desa ini.
Desa yang memiliki 22 orang pengikut aliran tarekat yang disebut pemerintah setempat: "tarekat aneh"
Belum jelas nama aliran tersebut. Segenap pengikut ditemui penulis tak kunjung menjawab: apa nama aliran tarekat mereka.
Sesampai di Desa Bantimurung, menulis sempat mengunjungi rumah jabatan Kepala Desa Bantimurung. Muhammad Thamrin Rahmat.
Rahmat bercerita bahwa penganut aliran tarekat ini sebagian anggotanya sedang tidak berada di rumah mereka.
Thamrin pun mengakui penganut terekat yang ia sebut tak lazim itu pelit diajak bicara.
Dari mana sumber Thamrin itu? ya, salah seorang kepala dusunnya yang juga penganut tarekat tersebut.
Thamrin menyarankan agar penulis tak menemui yang bersangkutan.
"Ia lagi sakit tidak baik jika menemuinya," kata Thamrin.
Mengenai watak, menurut Thamrin, mereka tidaklah sama.
Perbedaan karakter di antara mereka ada yang bisa diajak kompromi soal membicarakan aliran ini adapun yang tidak bisa.
Bahkan Thamrin tida pernah tahu jelas bagaimana sebenarnya "baca-baca" dalam tarekat tersebut.
Thamrin sendiri pernah diajak bergabung untuk masuk dalam ajaran ini namun batal.
"Ayo kita pergi cari pegangan (panaggallang) hidup," kata Thamrin menirukan kalimat orang yang mengajak itu tempo hari.
Ketika diajak mencari pegangan, Thamrin balik menanyakan: pegangan apa?
"Dia bilang Na korang siagang hadese iyamonjo ruayya panaggallanta ri linoa (cukup Al-Qur'an dan hadist saja yang dua ini sudah cukup pegangan kita hidup di dunia ini)," kata Thamrin menirukan.
Tak sekali pengikut tersebut mengajak Thamrin beserta istri.
Lebih lanjut Thamrin bercerita, setiap malam ia mendengar zikir ala aliran itu, "aneh kedengaran, tidak biasanya," katanya.
Saat menggelar hajatan, mereka berkumpul, duduk bersila membentuk lingkaran.
Kemudian mereka menepuk-nepuk paha sambil berdzikir dan mengatakan La Ilaha Ilalah berulang-ulang sampai pada dzikir kedua "Hua...hua...hua... (artinya Dia kembali kepada Allah).
"Begitu seterusnya," tegas Thamrin.
Bukan hanya itu, ia juga bercerita ketika ada orang yang meninggal ia kemudian bermaksud datang melayat sekaligus ini kewajibannya sebagai kepala desa.
"Saya kaget ketika mayat yang dipegangnya itu menghadap ke arah selatan bukan ke arah kiblat (barat)," kata Thamrin.
Lantaran tidak sepaham, Thamrin kemudian menyuruh untuk merubah karena itu keliru.
"Namun mereka bilang beginilah saya caraku dengan keluarga kalau ada keluarga yang meninggal" kata Thamrin menirukan kalimat penganut tarekat itu.
Juga ketika mereka salat, ketika takhbiratul ihram, mereka mengangkat tangan tinggi seperti menyembah sesuatu.
Cerita lain yang pernah disaksikan Thamrin adalah ketika ada upacara pernikahan di rumpun mereka.
Thamrin hadir saat itu. Namun ia lagi-lagi kaget karena ijab qabul pernikahan mereka memakai kalimat "Kami nikahkan" bukan "saya nikahkan".
Ketika itu pula, Thamrin ikut campur lagi, ia menegur dan menyuruh "jangan pakai kata "Kami" karena menurut pemahaman dia kalau memakai kata kami "itu berarti kita semua bisa menggauli istrimu" kata Thamrin waktu itu.
Mereka akhirnya mengubah kalimat menjadi "saya nikahkan".
Hal lain ketika ia akan masuk ke rumah seorang pengikutnya.
"Ada fotonya semua itu di rumahnya mereka simpan, bahkan di dompetnya apa kita dikasiliatkan. Fotonya itu besar dan ada gambar orang berjanggut," kata Thamrin.
Penganutnya juga memakai songko' recca dan selalu memakai tas.
"Pernah saya liat songko' recca mereka dan ada lambang di songko' recca tersebut bertuliskan "HUA."
Selain Thamrin, sejumlah tokoh masyarakat setempat juga dilanda rasa penasaran: apa sebenarnya nama aliran tarekat itu?
Penulis masih berusaha mencari tahu mengenai seluk beluk tarekat yang disebut aneh tersebut. (Munjiyah Dirga Gazali/tribunpangkep.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aliran-sesat_20160125_122816.jpg)