Headline Tribun Timur

JK: Ayo Lawan Paham Radikal!

Dia mengajak seluruih komponen bangsa, termasuk pemuka agama untuk melawan gerakan itu.

JK: Ayo Lawan Paham Radikal!
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Darud Da wah Wal Israyad (DDI) di aula Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu (16/1/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali mengajak seluruh komponen bangsa dan negara untuk bersama-sama mencegah dan memerangi meluasnya paham radikal, yang menjadikan ajaran dan nilai-nilai luhur agama untuk melegitimasi aksi kekerasan dan teroris di Tanah Air.

Menurut Kalla, pasca-teror bom di pousat perbelanjaan Sarinah di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) lalu, bangsa Indonesia seakan hanya dihadapkan dengan masalah terorisme.

Dia mengajak seluruih komponen bangsa, termasuk pemuka agama untuk melawan gerakan itu. Menurutnya, masih banyak persoalan strategis lainnya yang harus diselesaikan bersama.

"Kita harus bersatu, bersama-sama, jangan sampai radikalisme masuk dan menyebar di Sulsel, " kata Wapres saat memberi sambutan resmi di Silatuirahmi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Darud Da'wah Wal Israyad (DDI) di Aula Asrama Haji Sudiang, Biringkanaya, Makassar, Sulsel, Sabtu (16/1/2016) kemarin.

Hadir dalam pembukaan Rakernas DDI ini antara lain, Ketua MUI Sulsel KH Sanusi Baco Lc, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Turut hadir dalam kegiatan ini sepuh DDI, pendiri Bosowa Corporindo Aksa Mahmud, Prof Dr Hamka Haq, Dirjen Binmas Islam Prof Dr Muhammadiyah Amin, staf kementrian Agama Pusat Muhammad Zain, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr Musafir Pababari, Rektor UIM Prof Dr Majdah Muhyiddin Zain, Ketua Umum PB Wahdah Islamiyah, dan Ketua Yayasan Bosowa Hj Ramlah Kalla, Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, juga nampak hadir.

Ormas regional

Kalla menyebuit DDI sebagai ormas regional. Di level nasional ada NU dan Muhammadiyah. Sementara di tingkat regional ada DDI, Al Washliah, Persis, Hidayatullah, dan ormas lainnya, yang satu sama lain saling menguatkan dan mengedepankan keutuhan NKRI

"Kita bersyukur karena Islam di Indonesia tetap bersitarruhim,"

JK juga mengharapkan, DDI sebagai organisasi pendidikan dan dakwah mempunyai penguatan dalam mencegah paham radikal yang akan mengancam dunia pendidikan Islam dan dakwah.

Selengkapnya baca di Harian Tribun Timur, Edisi Minggu (17/1/2016).

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved