Sulsel Super League
Ada 10 Pemain SSL Terindikasi Manipulasi Usia
Dari hasil pemeriksaan struktur gigi dan tulang diketahui bahwa ke-10 pemain ini tak berkeseuaian usia berkas dengan usia berdasarkan pemeriksaan.
Penulis: Alfian | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pascakeluarnya hasil tes pemain dari berbagai tim peserta Sulsel Super League (SSL) U-21, tim medis bersama dengan panitia mengumumkan 10 nama pemain dari lima tim peserta terindikasi memanipulasi berkas. Kelima tim yng dimaksud yakni Persim Maros, Maesa FC, Perseka, Persiban Bantaeng dan PS Rappokalling.
Dari hasil pemeriksaan struktur gigi dan tulang diketahui bahwa ke-10 pemain ini tak berkeseuaian usia berkas dengan usia berdasarkan pemeriksaan. Diketahui sesuai berkas yang distor usia pemain tersebut tercatat antara 17-18 tahun.
Namun pemeriksaan struktur gigi yang dilakukan tim medis menunjukkan usia ke-10 pemain itu berkisaran 20 tahun. Dilihat dari susunan gigi yang lengkap lalu massa otot dan tulangnya juga telah bagus.
Menanggapi hal tersebut panitia kemudian memanggil untuk dilakukan verifikasi ulang, Selasa (12/1/15).Tujuan dari pemanggilan ulang tidak terkait pengguguran keikutsertaan namun sebatas mengecek kembali hasil yang sebenarnya. Hal tersebut diungkapkan langsung ketua panitia SSL U-21, Sri Syahrir.
"Pemanggilan tersebut tak terkait dengan pengguguran pemain kan usianya diperkirakan 20 tahun jadi tetap bisa ikut, cuman kami dari penyelenggara harus bersikap profesional dengan hasil medis yang dikeluarkan oleh tim medis, sesuai degan tujuan awal teman-teman menyelenggarakan turnamen ini yakni proses pembinaan dengans semangat kejujuran dan kecintaan terhadap sepakbola", jelas Sri Syahrir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sri-syah_20151223_003124.jpg)