Program Simpanan Pelajar, Bank Diminta Rutin ke Sekolah
Namun, mereka kesulitan untuk menyetor tabungannya ke bank. Pihak bank hanya datang sekali waktu lakukan sosialisasi dan pendaftaran rekening.
Penulis: Ardy Muchlis | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ardy Muchlis
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Program Tabungan Simpanan Pelajar resmi di luncurkan di Sulsel, Rabu (25/11/2016) lalu. Ini merupakan program nasional yang di Prakarsai Otoritas Jasa Keuangan.
Program ini menyasar kalangan pelajar dari Sekolah dasar maupum tingkat SMA. Program ini sebagai edukasi kepada siswa, agar menumbuhkan budaya menabung sejak dini.
Program ini sudah berjalan sekitar 2 bulan di Sulsel. Namun begitu, menuai keluhan dari masyarakat. Ini lantaran seakan program ini berjalan setengah-setengah.
Guru SD Bertingkat Malengkeri, Kurnia mengatakan anak muridnya sangat antusias mengikuti program ini. Dengan menabung hampir setiap hari.
Namun, mereka kesulitan untuk menyetor tabungannya ke bank. Pihak bank hanya datang sekali waktu lakukan sosialisasi dan pendaftaran rekening.
"Inikan program edukasi, harusnya berkelanjutan, ada waktu rutin tiap bulan untuk mengunjungi sekolah. Agar bisa murid menyetor uang tabunganya. Inikan sebagai bagian edukasi kepada anak untuk menabung,"jelasnya, Jumat (8/1/2016).
Di sekolah ini, Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan sosialisasi Simpel pada bulan November 2015 lalu.
Menanggapi hal tersebut Otoritas Jasa Keuangan akan mengevaluasi dan melakukan pembenahan terkait program edukasi Simapanan Pelajar.
" Dalam waktu dekat kita akan bicara dengan pihak perbankan terkait kendala dengan keluhan mengenai Simpel ini. Memang harus kembali ketujuannya yakni edukasi," Jelas Deputi OJK Regional VI Sulampua, Sabaruddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dsc111_20151117_235708.jpg)