Pilkada Gowa

Bawaslu: Laporan Wattunnami-PastikanMi Tak Terbukti

Laporan soal dugaan penggunaan dukungan KTP palsu oleh pasangan Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio tak terbukti.

Bawaslu: Laporan Wattunnami-PastikanMi Tak Terbukti
logo Bawaslu

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyimpulkan laporan pasangan nomor urut 1, Andi Maddusila Andi Idjo-Wahyu Permana Kaharuddin dan pasangan nomor urut 4, Andi Tenri Olle Yasin Limpo-Hairil Muin. Laporan soal dugaan penggunaan dukungan KTP palsu oleh pasangan Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio tak terbukti.

Hal itu diungkapkan langsung anggota Bawaslu RI, Nelson Simanjuntak via telpon, Senin (4/1/2015) malam.

Menurut Nelson, dari hasil temuan tim Bawaslu RI yang telah melakukan pemeriksaan data lapangan dan klarifikasi ke pihak-pihak terkait.

"Intinya Bawaslu RI, menarik kesimpulan jika tuduhan pelapor tidak bisa dibuktikan kebenarannya," katanya.

Ia menjelaskan bahwa bahwa pada proses verifikasi awal berkas dukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta-Abd Rauf Krg Kio oleh KPU Gowa memang sudah menemukan adanya syarat dukungan yang tidak memenuhi syarat.

"Itulah yang dicoret oleh KPU, sekira 1600-an. Pada tahapan kelengkapan berkas, calon independen yang dimaksud kembali memasukkan syarat dukungan KTP sebanyak 5 ribu. Makanya KPU hanya memverifikasi dukungan itu sejumlah yang dibutuhkan," katanya.

Bawaslu RI tidak lagi dalam kapasitas mengeluarkan putusan atas penanganan kasus tersebut.

"Kenapa? karena KPU setempat telah melakukan penetapan hasil, sementara laporan terkait syarat dukungan calon independen itu adalah proses tahapan," ujarnya.

Bawaslu RI, menurut Nelson, akan menyampaikan hasil dari penanganan laporan itu nantinya, jika gugatan terkait Pilkada Gowa, berlanjut di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Jika nantinya, MK meminta Bawaslu menyampaikan hasilnya, kami baru akan sampaikan hasilnya secara objektif," katanya.

Terpisah, Ketua Tim Adnan-Kio Rahmansyah mengatakan hasil verifikasi dan penyelidikan yang dilakukan Bawaslu RI, sekaligus meluruskan, fitnah yang ditujukan ke pihaknya.

"Meskipun pada intinya, kami menghormati upaya hukum mereka. Walaupun, tuduhan yang tak berdasar itu, kami anggap fitnah kepada kami. Tapi Alhamdulillah, Allah SWT tak pernah tidur, dan selalu menunjukkan jika benar itu adalah benar dan salah adalah salah," ujarnya.

Laporan atas dugaan penggunaan dukungan palsu ini sendiri juga menjadi salah satu isi gugatan Maddusila-Wahyu di MK. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved