Mahasiswa Demo Peringati Penembakan di Bima
Puluhan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Bima (Mbojo) Menggugat melakukan aksi memperingati Bima berdarah.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Tuntut polisi bertanggung jawab, puluhan mahasiswa demo di pertigaan Jl Sultan Alauddin dan Jl AP Pettarani, Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 12.00 wita.
Puluhan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Bima (Mbojo) Menggugat melakukan aksi memperingati Bima berdarah.
Dimana pada tahun 2011 terjadi penembakan serta kekerasan terhadap masyarakat Bima.
Penembakan tersebut terjadi saat masyarakat Bima yang tergabung dalam Front Reformasi Anti Tambang melakukan pendudukan di pelabuhan penyeberangan ferry Sape Bima.
Akibat dari kejadian tersebut dua orang warga Bima tewas tertembak oleh aparat kepolisian.
Hingga kini penembakan tersebut belum diusut secara tuntas oleh aparat kepolisian. Sehingga puluhan mahasiswa menuntut untuk segera mengusut hal tersebut.
"Kami menuntut kepada aparat kepolisian untuk bertanggung jawab atas kejadian penembakan di tahun 2011 lalu yang hingga saat ini belum terungkap siapa pelakunya", jelas Korlap aksi, Ammar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bima_20151226_124645.jpg)