Natal dan Tahun Baru 2016
Ini Harapan SYL Saat Doa Kebangsaan
Mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terlalu mudah menerima suatu paham atau ajaran yang tidak sesuai
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Doa Kebangsaan yang digelar panitia natal oikumene di Pelatan Mandar Anjungan Pantai Losari berlangsung himkad Selasa (22/13/2015)malam.
Acara yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan panitia Natal Oikumene ini menghadirkan sejumlah tokoh agama dari 6 agama yang ada di Indonesia.
Doa bersama ini juga mengahdirkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII/Wirabuana Mayjend TNI Agus surya Bakti, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto, dan beberapa pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, SYL menyampaikan apresiasinya kepada pihak penyelenggara yang telah berhasil mengumpulkan enam agama di Indoneasia untuk berdoa bersama.
"Kami mengapresiasi acara ini, ini menunjukkan kehadiran umat beragama mengajarkan kita banyak hal," kata Syahrul.
Menurutnya agama bisa mengajarkan kedamaian, mengajarkan saling mengasihi dan toleransi meski menganut agama yang berbeda.
"Banyak orang yang merasa berhasil karena mengerjakannya berkat kerja keras sendiri, padahal dibalik kesuksesan itu selalu ada Tuhan," terang Syahrul.
Olehnya itu Syahrul mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak terlalu mudah menerima suatu paham atau ajaran yang tidak sesuai dengan agama masyarakat Indonesia.
"Melalui acara ini kita berharap ada doa yang senantiasa menjauhkan kita dari segala keburukan dan tetap menjalin silaturahim antarumat beragama," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/doasyl_20151223_083928.jpg)