Lelang Jabatan Kepala Sekolah
Jadwal Tes Lelang Kepsek Molor, Kadis Pendidikan Ditarget Selesai Awal 2016
Alasan Alimuddin sehingga uji kompetensi ini batal digelar
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksanaan tes atau uji kompetensi lelang jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Makassar molor dari jadwal.
Diketahui, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar Alimuddin Tarawe menjadwalkan menggelar uji kompetensi kepada peserta calon kepsek pada hari ini, Minggu (6/12/2015) namun itu tak kunjung digelar.
Alasan Alimuddin sehingga uji kompetensi ini batal digelar, itu karena asesor atau tim penguji yang digandeng Dinas Pendidikan Makassar memiliki kesibukan lain.
"Tim asesor ini turut menguji dibeberapa daerah lain di Indonesia," kata Alimuddin melalui sambungan telepon, Minggu (6/12).
Ia menyebutkan tim asesor ini berasal dari Jogja. Selain itu Dinas Pendidikan juga menggandeng Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Selatan.
Alasan lain Kadis Alimuddin tidak mengadakan tes ini, karena belum melapor oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
"Kita sebagai bawahan, harus ki sipakalebbi, sipakainga, dan mappatabe'," Alimuddin menambahkan.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat dikonfirmasi langsung menanggapinya jika ia menyerahkan kepada Kadis Pendidikan Makassar.
"Kenapa mesti saya. Janganmi tunggu saya, laksanakan saja secara profesional dan transparan," kata Danny, seraya sebut jika ia akan sampaikan ke Kadis Pendidikan untuk segera melaksanakan uji kompetensi Lelang Jabatan ini.
Wali Kota yang menggagas program Makassar Tidak Rantasa ini menyebutkan pelaksanaan Lelang Jabatan ini harus tuntas sebelum Januari mendatang.
"Awal bulan nanti (2016) ini harus diselesaikan,"katanya.
Terkait dengan uji kompetensi Danny berharap ini memakai tes dengan uji berkualitas.
Pasalnya, salah satu dilaksanakannya Lelang Jabatan di Makassar ini, itu untuk menghilangkan aroma negatif yang selama ini dikeluhkan warga Makassar, jika beberapa sekolah itu sering terjadi pungutan liar.
Olehnya itu, besar harapan Danny agar tes uji kompetensi bagi guru bukanlah semata tes satu tambah satu, namun tes nantinya ini bisa membawakan dan menciptakan Kepsek berkualitas.
"Ini tidak boleh setengah-setengah, kita harus serius ini untuk pendidikan yang berkarakter," ujar Danny.
Beberapa calon Kepsek yang takut disebut namanya juga mengaku telah mendapat penyampaian jika tes ini ditunda.
"Saya tidak tahu apa alasannya lagi dinas sampai ditunda. Padahal waktu hari Rabu kami semua ke dinas untuk ambil nomor tes untuk persiapan uji kompetensi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/alimuddin-tarawe_20151110_150300.jpg)