Polisi Pukul Wartawan di Sopppeng
UPPM UMI Kecam Oknum Polisi Pemukul Wartawan
Karena memukul dua jurnalis di Soppeng saat meliput kampanye paslon bupati, beberapa waktu yang lalu.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pers mahasiswa Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi karena memukul dua jurnalis di Soppeng saat meliput kampanye paslon bupati, beberapa waktu yang lalu.
Ketua UPPM UMI, Ayi Cappaloga Rasyid mengatakan, tindakan represif aparat hingga memukul dan mengancam profesi jurnalis dilapangan patut dipertanyakan.
"Tindakan itu perlu dipertayakan, apakah sudah sesuai dengan prosedur penindakan atau ketidakpahaman oknum tersebut dalam menjalankan fungsi aparat," kata Ayi kepada tribun-timur.com, di kampus II UMI Jl Urip Sumoharjo, kota Makassar, Jumat (4/12/2015).
Selain itu, mahasiswa fakultas hukum UMI ini juga mempertanyakan sikap Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dalam kasus kekerasan yang dilakukan anggotanya terhdap jurnalis.
"Jangan sampai pak kapolda pura-pura tidak tahu dengan kasus ini, karena ada beberapa kasus pemukulan wartawan yang belum tuntas bahkan seakan dihapuskan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ayi-umi_20151204_134353.jpg)