Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bosowa School Goes to UK

VIDEO: Langka, 10 Pemandu Wisata Kota Tua Cambridge, Ini Salah Satunya

Tak seperti Google Map, mereka murah senyum, dan konstan menjawab pertanyaan soal sejarah Cambridge.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ina Maharani

CAMBRIDGE, TRIBUN -- Melalui internet, Anda bisa tahu tentang apa saja. Cukup googling, dan cari ketik kata kunci, Cambridge tourism, atau inside King Colleges. Tak hanya informasi teks, gambar, video tiga dimensi, hingga gambar virtual life dari Google Map, Anda bisa dapatkan.

Ini belum termasuk seluk beluk, sejarah, background, tokoh kunci perintis kota pelajar tertua kedua di United Kingdom, setelah Oxford, anda tahu cukup demgam clicking.

Di pusat grand arcade, city circlrle di Cambridge, ternyata masih ada guide. Jumlahnya yang senior sisa 10 orang.
Jika diibaratkan benda sejarah, mereka adalah museum berjalan kota Cambridge.

Mereka tahu seluk beluk dan detail kota Cambridge. Mereka peta yang berjalan, komunikatif, dan mendengarka keluhan turis yang dipandunya.

Tak seperti Google Map, mereka murah senyum, dan konstan menjawab pertanyaan soal sejarah Cambridge. "Saya sudah 42 tahun, jadi guide dan turis dari 78 negara sudah saya pandu," kata Chris, satu dari empat pemandu siswa Bosowa School.
Setiap bekerja mereka dibekali ID Card resmi dari City Council, dan pihak British Council serta Universitas Cambridge.
Mereka juga ada badge khusus yang terbuat platinum.

"Untuk menjadi guide anda harus ikut ujian khusus tentang sejarah, Inggris, antropologi, dan paham detail museum." Kata Anne, pemandu yang lain.

Mereka dipekerjakan oleh City Council, dewan kota untuk melayani turis. Baik individu, kelompok, atau layanan khusus corporate, dilayani. Mereka rata-rata sudah berusia 70 tahun ke atas.

Learning Study International (LSI) Cambridge, --lembaga pendidikan bahasa terakeditasi dari British Council dan 10 universitas ternama dunia--, menunjuk tourism guide terakreditasi.

Selama menjadi pendamping program home stay 2015 dan social culture 62 siswa Bosowa International School di Cambridge, dan Oxford, UK, manajemen lembaga pendidikan yang sudah berusia 50 tahun ini, tak hanya memberi bimbingan kelas.

Ada program panduan bagaimana hidup, beradaptasi, dan mengetahui every Do and Don't dalam kehidupan sehari-hari di UK.
Para siswa memang diajari mandiri, dan dipersiapkan untuk kuliah di Inggris.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved