Kongres HMI di Pekanbaru
Kongres HMI Bahas Investasi PT Freeport di Papua
Meminta pemerintah pusat mengevaluasi investasi asing di sektor sumber daya alam, PT Freeport.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Peserta Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXIX di Pekanbaru meminta pemerintah pusat mengevaluasi investasi asing di sektor sumber daya alam, PT Freeport.
Sekretaris Majelis Pengawas Dan Konsultasi Himpunan Mahasiswa Islam (MPK-HMI), Syarif Achmad mengatakan tema kongres yakni Strategi Kebudayaan HMI untuk Indonesia untuk merumuskan peran HMI dalam mewujudkan kedaulatan bangsa.
Ia berharap HMI mendorong semangat nasionalisasi agar pemerintah tidak sekedar menjadi regulator dan penonton. Tapi, lanjut Syarif Achmad, kebijakan investasi yang dilakukan pemerintah menguntungkan daerah dan pusat.
"Terkait permintaan PT Freeport untuk memperpanjang investasinya di Indonesia, maka Kongres HMI akan merumuskan dan merekomendasikan pemerintah untuk lebih berpihak pada kepentingan nasional dan daerah dibanding kepentingan korporasi," kata mantan Ketua Umum Cabang Makassar ini, Selasa (24/11/2015).
Dia pun mengungkapkan Kongres HMI akan menghasilkan penolakan perpanjangan kontrak PT Freeport bila pembagian keuntungan masih merugikan bangsa Indonesia.
"Lebih jauh lagi, Kongres HMI akan merekomendasikan produksi tambang emas dan tembaga di Timika dengan melibatkan BUMN seperti Aneka Tambang yang akan lebih memberikan keuntungan bagi bangsa dan negara," katanya. (*)