MotoGP

Kata Marquez Terkait Adanya Kabar Konspirasi Pebalap Honda untuk Menangkan Lorenzo

Menilai adanya kejanggalan selama balapan, Rossi menyebut ada konspirasi Spanyol antara Lorenzo, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Kata Marquez Terkait Adanya Kabar Konspirasi Pebalap Honda untuk Menangkan Lorenzo
JAIME REINA/AFP
Jorge Lorenzo dan Marc Marquez berdiri bersama di podium GP Aragon, 26 September 2015. 

VALENCIA, TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam seri terakhir MotoGP musim 2015 yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, GP Valencia, Spanyol Minggu (8/11/2015), Jorge Lorenzo dinobatkan sebagai juara dunia setelah mengalahkan Valentino Rossi.

Menilai adanya kejanggalan selama balapan, Rossi menyebut ada konspirasi Spanyol antara Lorenzo, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Tudingan Rossi itu seperti diberitakan laman Carsh.net, Senin (9/11/2015) dibantah oleh kedua pebalap Repsol Honda.

Marquez dan Pedrosa menegaskan bahwa di seri terakhir MotoGP musim 2015 ini sama sekali tidak ada konspirasi Spanyol untuk menjadikan Lorenzo juara dunia.

“Saya dan Pedrosa sudah berusaha 100 persen. Tapi kita tahu suhu sangat panas dan kami memiliki masalah pada ban depan. Kami sebelumnya berharap suhu tidak sepenas ini, tapi hasilnya lima derajat lebih tinggi dari hari sebelumnya,” kata Marquez.

Kedua pebalap Repsol Honda itu menambahkan, selama balapan berlangsung, tidak ada niat untuk membuat Lorenzo menjadi juara dunia MotoGP 2015.

Bahkan di beberapa lap terakhir, menurut Marquez, Pedrosa berusaha melewatinya. Sayangnya, Pedrosa sedikit melebar dan Marquez kembali di posisi kedua.

“Saya berada lima atau enam detik di belakang (Lorenzo) dan saya tidak ingin mengambil risiko, tapi saya tetap memperjuangkan untuk tetap berada di posisi paling depan,” ucap Marquez.

“Saya juga mencoba untuk meraih kecepatan lebih tinggi, tapi saya merasa tidak nyaman karena ada masalah pada ban. Anda bisa melihat selama balapan berlangsung saya tetap berjuang,” ucap Pedrosa.

Seperti diketahui, "The Doctor" harus memulai balapan dari posisi paling akhir atau ke-26, sebagai hukuman atas aksinya saat GP Malaysia, dua pekan lalu.

Rossi berada di belakang 25 pebalap, dan harus mendekati Lorenzo di grid depan.

Rossi berhasil melewati 22 pebalap di depannya hanya dalam 12 lap. Sayang, pada sisa balapan, trio Spanyol, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa sudah terlalu jauh di depan. Rossi pun hanya bisa mengakhiri balapan di posisi keempat.(crash.net)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved