Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MotoGP

Baca Upaya Balas Dendam Marquez terhadap Rossi

Masih membahas soal perseteruan sengit antara kedua pebalap unggulan MotoGP, Valentino Rossi dan Marc Marquez yang memuncak di seri ke-17.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
MOTOGP.COM/YOUTUBE.COM
Pebalap Valentino Rossi vs Marc Marquez pada lap ketujuh balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015). Marquez terjauh diduga karena disenggol Rossi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Masih membahas soal perseteruan sengit antara kedua pebalap unggulan MotoGP, Valentino Rossi dan Marc Marquez yang memuncak di seri ke-17 di Sirkuit Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu.

Bos tim Yamaha Factory Racing Lin Jarvis melihat insiden ini merupakan buah dari balas dendam Marquez terhadap Rossi.

Jarvis mengatakan, senggolan di dalam lintasan balap (Sepang) merupakan hasil dari setidaknya dua kompetisi sengit yang terjadi antara kedua pebalap.

Mulai dari balapan pertama di Philip Island (Australia), yang membuat tuduhan dari Rossi kalau Marquez berusaha mempengaruhi hasil kejuaraan tahun ini.

"Dan saya pikir, ini yang saya lihat dari balapan, merupakan upaya balas dendam dari Marc Marquez terhadap ucapan Rossi di media," kata Jarviz dikutip dari MotoGP.com, Minggu (25/10/2015).

Menurut Jarvis, jika menganalisa balapan secara detail di Sepang, terutama aksi yang dilakukan Marquez memang tidak ada yang ilegal.

Tapi, jika melihat perilaku pebalap muda ini dari sisi yang lebih besar, timbul pertanyaan terkait motivasi dan gaya balapnya.

"Upaya Marquez jelas mengganggu Valentino sampai maksimal. Akhirnya, itu menghasilkan frustasi oleh Valentino, sehingga amarah mendidih, dan ia melakukan langkah yang salah dengan membuat Marc tepaku di sisi lintasan. Kemudian, disayangkan Marc memutuskan untuk masuk dan menabrak kaki, sehingga terjadi insiden dan Marc terjatuh," kata Javis, menjelaskan.

Rossi mengelak kalau dirinya sengaja menjatuhkan Marquez pada insiden di Sepang, lalu apa pendapat Jarvis?

"Ini sesuatu yang bukan saja saya lihat, tapi Valentino juga mengatakan demikian. Dalam kasus ini saya pikir bukti gambar mendukungnya. Suatu tendangan biasanya tergambar sebagai aksi agresif di lihat dari gerakan, dalam hal ini kaki (Rossi) terlepas ke arah belakang dan pada dasarnya Valentino mengatakan kalau dia bersentuhan dan kakinya terlepas dari sandaran kaki dan terpental keluar. Saya tidak berfikir bijaksana untuk menendang RC213V yang berbobot 157 kg," ucap Jarvis.

Jarvis melanjutkan, "Saya tidak mendukung aksi dia (Rossi). Ini mengapa dia mendapat penalti dan diputuskan kalau ini bukan langkah diambil dari peraturan balapan."(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved