Ini Penyebab Gairah Bercinta Istri Anda Hilang, selain Menopause

beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini.

Ini Penyebab Gairah Bercinta Istri Anda Hilang, selain Menopause
duniafitnes.com
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM- Gairah seksual turun atau bahkan hilang seringkali dialami oleh wanita beberapa tahun sebelum dan setelah Menopause. Hilangnya gairah seksual ini dapat mencapai puncaknya pada saat wanita berusia 35-64 tahun.

Namun, tidak semua wanita mengalaminya, beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini.

Nah, apa saja penyebab gairah bercinta istri hilang? menurut hasil riset yang dihimpun dokter.id, berikut ini. 

1. Perubahan Kadar Hormon Estrogen

Sebelum memasuki masa menopause, gairah seksual anda biasanya mencapai puncaknya beberapa saat sebelum dan setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur).

Akan tetapi, saat anda tidak lagi mendapat menstruasi dan kadar hormon estrogen anda menurun, maka menurun pula gairah seksual anda.

Wanita yang telah menopause kurang bereaksi terhadap sentuhan dan lebih sulit merasa terangsang.

Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen pun menyebabkan berkurangnya aliran darah ke vagina dan membuat vagina menjadi lebih kering.

Oleh karena itu, anda mungkin dapat merasa nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat membuat anda semakin enggan berhubungan seksual.

Apa yang Harus Dilakukan?

Bila anda sering merasa nyeri saat berhubungan seksual, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai penggunaan obat untuk mengatasi kekeringan pada vagina.

Terapi sulih hormone biasanya dapat membantu anda mengatasi berbagai gejala peri menopause yang anda alami, seperti badan terasa panas dan berbagai gejala lainnya yang membuat anda kurang percaya diri.

2. Stress

Saat memasuki masa paruh baya, sebagian besar wanita disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari pernikahan, pekerjaan, anak, dan merawat orang tuanya.

Hal ini dapat membuat para wanita paruh baya merasa stress.

Stress dapat menurunkan gairah seksual anda.

Penurunan gairah seksual mungkin membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan mungkin dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi kurang harmonis.

Apa yang Harus Dilakukan?

Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan “pemanasan” lebih lama dan membuat variasi lainnya saat berhubungan seksual dengan pasangan anda.

Bila hal ini tidak membantu, lakukanlah konseling dengan seorang ahli untuk membantu anda.

3. Perubahan Kadar Hormon Androgen

Baik pria maupun wanita pasti akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan semakin bertambahnya usia anda.

Akan tetapi, wanita biasanya 2-3 kali lebih sering mengalami penurunan gairah seksual ini.

Hal ini dapat pula disebabkan oleh penurunan kadar hormon androgen (hormon pria) pada wanita.

Apa yang Harus Dilakukan?

Bila anda mengalami penurunan hormon ini maka dokter mungkin tidak akan menyarankan anda untuk memperoleh terapi sulih hormone karena efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti jerawat, peningkatan berat badan, dan peningkatan pertumbuhan rambut wajah.

Diet sehat, waktu tidur yang cukup, dan berolahraga dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda.

4. Depresi

Menopause tidak mneyebabkan depresi, akan tetapi wanita lebih sering mengalami depresi dibandingkan pria.

Hal ini mencapai puncaknya saat wanita berusia 40-59 tahun, yang secara tidak sengaja terjadi bersamaan dengan menopause.

Depresi tentunya dapat membuat anda kehilangan gairah seksual, di samping hilangnya minat akan banyak hal lainnya.

Pengobatan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga tidak dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda karena beberapa obat anti depresi juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual.

Halaman
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved