Pembunuhan Sadis Warga di Mamuju, Polisi: Murni Masalah Pribadi, bukan SARA

Aryo membantah penganiayaan itu bersumber dari masalah antar suku

Pembunuhan Sadis Warga di Mamuju, Polisi: Murni Masalah Pribadi, bukan SARA
tribun timur
Kesepakatan keamanan dan damai untuk menjaga kerukunan antara warga Desa Saloadak dan Desa Sejati Kecematan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Mamuju, Sulawesi Barat. Pertemuan ini dipimpin sekretaris daerah Mamuju Tengah dan Polres Mamuju 

TRIBUN-TIMUR.COM- Warga Mamuju bernama Salamuddin (54) dibunuh secara sadis di perbatasan Desa Tobadak 7 dan Tobadak 8 atau di jalan Poros Saloadak-Sejati, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (3/10/2015) sekitar pukul 16.30 Wita. Pembunuhan sadis terhadap eksodus asal Timor Leste ini diduga gara-gara sengketa lahan sawit. 

Daerah Tobadak 8 umumnya dihuni eksodus asal Timor Leste.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Aryo Dwi Wibowo, mengatakan, pihaknya sudah menangkap dua pelaku, yakni EK (18) warga Dusun Rawa Makmur Desa Tobadak 8 dan AG (23) warga Dusun Sejati Desa Tobadak 8.

“Saat itu tiga warga Tobadak 8 masing-masing Salamuddin (54), anaknya bernama AG dan Latif melaju dari arah Desa Tobadak 1 menuju Tobadak 8.

Tanpa disadari mereka dikejar oleh EK dan ketiganya berhasil dicegat di perbatasan itu. Tanpa banyak kata, EK langsung menebas Salamuddin dengan sebilah parang hingga tewas di tempat,” kata Aryo saat jumpa pers, Senin (5/10/2015).

AG dan Latief melarikan diri ke desanya lantaran takut tanpa senjata tajam di tangan.

Setibanya di Tobadak 8, keduanya menyampaikan ke warga bahwa ada penganiayaan di perbatasan.

Ihwal penyampaian itu membuat warga sekitar sontak beraksi, menuju lokasi.

“Niat awalnya adalah mengambil mayat. Saat di TKP, tiba-tiba melintas Matius Padaunan (60). Warga tahu bahwa Matius pun suku Toraja seperti EK. Karena itu, AG langsung menganiaya Matius tepat di lokasi pembantaian ayah kandungnya. Korban sekarang sudah dirujuk ke Makassar,” tutur Aryo.

Aryo membantah penganiayaan itu bersumber dari masalah antar suku. Berdasarkan pemeriksaan, diduga kuat masalah lahan sawit di Tobadak 8.

“Kami masih mendalami kasus ini. Jadi tidak benar ada isu SARA, bukan sengketa antara warga Timtim dengan Tator. Ini murni masalah pribadi,” tegas Aryo. (*)

Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved