Diskusi PKI
Bung Karno Tak Bubarkan PKI, Ini Pendapat Putra Qahhar Mudzakkar
Menurut Buhari, PKI tumbuh subur di Indonesia karena kemampuannya mendekati para elite bangsa kala itu.
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: AS Kambie
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nada suara Sekretaris DPW PAN Sulsel, Buhari Kahar Mudzakkar, meninggi saat mengurai pendapat tentang hubungan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Bung Karno.
“Bung Karno tidak mau membubarkan PKI. Hal itu ia lakukan karena PKI memiliki paham yang sama dengannya, yaitu kapitalis," ujar putra tertua di Sulsel pejuang DI/TII Abdul Qahhar Mudzakar itu dalam diskusi Sekolah Kebangsaan di redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasi 430, Makassar, Senin (5/10/2015) sore.
Menurut Ketua Pengurus Besar (PB) Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Raya tersebut, PKI adalah kawan sejati Bung Karno ketika itu. "Jadi kalau dibubarkan, maka Bung Karno saat itu tidak akan mendapatkan kawan untuk mendukungnya di dunia internasional," kata anggota DPRD Sulsel dua periode itu, 2004-2014 itu.
Diskusi bertema Bahaya Laten Komunisme Jangan Dianggap Remeh itu dikerjasamakan dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Makassar, serta Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) Sulsel.
Selain Buhari, hadir sebagai narasumber, pengamat politik kebangsaan Arqam Azikin dan pengamat komunikasi politik Unhas Dr Aswar Hasan. Hadir juga 40-an mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Menurut Buhari, PKI tumbuh subur di Indonesia karena kemampuannya mendekati para elite bangsa kala itu. "Kegaduhan dimulai dari pengkhianatan PKI terhadap Pancasila,” tegas Buhari.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/buhari-tttt_20150420_222746.jpg)