Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kenalkan Neng Fifit Si Tukang Parkir Cantik

Bahkan ia merasa bangga bisa membantu mencari nafkah buat orangtuanya.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
TRIBUN JABAR/FIRMAN SURYAMAN
Fifit, tukang parkir di Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia menyedot perhatian karena wajahnya. 

TASIKMALAYA, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang gadis menjadi tukang parkir.

Mengenakan pakaian kemeja kotak-kotak bercelana jins serta topi yang dipadu dengan rambut panjang, gadis berparas manis ini tampak cekatan memarkir kendaraan roda empat dan dua.

Tak sungkan-sungkan ia pun menerima recehan Rp 2.000 sebagai tarif parkir.

Senyum dan tawanya yang manis selalu diumbar.

Terutama jika yang diparkir adalah pengendara anak muda atau pria yang beupaya sedikit menggodanya.

"Wah tukang parkirnya cantik dan keren nih. Seperti dalam sinetron saja," celoteh Irwan (29), seorang pengunjung, seusai diparkiri.

Adegan tukang parkir ini memang bukan cerita dalam sinetron.

Tetapi betul adanya.

Si tukang parkir manis ini tak lain adalah Fifit (18).

Dia adalah putri bungsu dari dua bersaudara dan sejak beberapa bulan ini menjadi petugas parkir di sebuah rumah makan lesehan ternama di Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Fifit yang tinggal di Babakan Jati, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya ini mengaku tak malu bekerja sebagai tukang parkir.

Bahkan ia merasa bangga bisa membantu mencari nafkah buat orangtuanya.

Lahan parkir di rumah makan itu memang dipercayakan pengelolaannya kepada Lukman (50), ayah kandung Fifit.

"Kenapa mesti malu. Apalagi ini membantu orang tua. Malah saya senang menjadi tukang parkir ini.

Soalnya banyak juga hiburannya. Saya sering ketawa mendengar komentar para pengendara. Bahkan kerap banyak yang menggoda. Saya timpali dengan ketawa aja," tutur Fifit saat ditemui Jumat (2/10/2015).

Tak hanya berpenampilan keren dan trendi, Fifit juga ternyata piawai memandu kendaraan yang akan parkir terutama kendaraan roda empat. Tangannya lincah memberi aba-aba sembari meniup peluit yang menempel di bibirnya.

Sesekali ia berlari ke kiri dan ke kanan kendaraan untuk melihat jarak aman. Begitu posisi sudah benar, Fifit meniup agak panjang peluitnya.

Penampilan Fifit sebagai petugas parkir memang bikin kagum para pengunjung. Bahkan ada yang mengaku tak percaya seorang perempuan manis seperti Fifit mau jadi tukang parkir.

"Ini memang seperti di sinetron saja. Gadis seperti Fifit kebanyakan selalu jaim (jaga imej, Red). Eh ini malah jadi tukang parkir. Saya salut," ungkap Hendra (42), pengunjung lainnya.

Ditanya lebih jauh, Fifit sendiri sebenarnya punya keinginan bekerja di tempat yang jauh lebih layak.

Tapi ternyata Fifit mengaku hanya tamat SMP.

"Perusahaan mana yang mau menerima lulusan SMP bekerja di perusahaannya. Jangankan SMP, lulusan SMA saja sekarang kayaknyasusah mencari pekerjaan," kata Fifit sambil tetap mengumbar senyum.

Karenanya Fifit berupaya untuk bisa sadar diri. Ketika ditawari menjadi tukang parkir oleh ayahnya, Fifit langsung merasa tertantang.

"Hari pertama memang merasa canggung. Terlebih hampir semua pengunjung seperti selalu memperhatikan saya. Tapi lama-lama terbiasa juga dan malah mulai senang. Malah sudah mahir meniup peluit. Tidak ngos-ngosan lagi," ujar Fifit.

Fifit juga mengaku tak jarang bertemu temannya yang kebetulan makan di rumah makan itu. Tapi ia tak merasa malu. "Banyak teman-teman yang sesekolah dulu datang ke sini. Saya tidak malu dan mereka akhirnya kagum," katanya, seraya menyebutkan, khusus untuk teman-teman tak dikenai tarif parkir.

Fifit juga mengaku sudah punya pacar dan sang pacar tidak mempermasalahkan dirinya menjadi tukang parkir.

Terlebih awal pertemuan dengan sang pacar justru saat ia tengah memarkirkan kendaraannya.

"Dia mengaku kagum dan kemudian melakukan pedekate," imbuhnya sambil mengumbar senyum.(*)

Tags
cantik
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved