Warga Rajawali Diperas Polisi Gadungan
"Pak, mendingan kita 86kan saja, biar anak bapak tidak diproses kantor terkait dengan kasus narkoba yang dia bawa bersama temannya"
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Mutmainnah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Jl Rajawali kecamatan Mariso, Makassar, Bakrie Dg Sittu (45) merasa diperas oleh salah seorang oknum yang mengaku polisi, Sabtu (3/10/2015).
Hal itu berawal dari Bakri yang mencari anaknya, Hendra (17) yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.
"Awalnya saya kirim pesan ke anak saya, tapi balasan pesannya aneh, mau minta uang tebusan untuk anak saya," kata Bakri sembari menjelaskan isi pesan itu.
Bakri juga menunjukkan semua isi pesan itu. Dalam isi pesan, Bakri tidak mengerti bahasa "86" yang dimaksud oleh si pengirim pesan itu.
Salah satu isi pesan itu adalah. "Pak, mendingan kita 86kan saja, biar anak bapak tidak diproses kantor terkait dengan kasus narkoba yang dia bawa bersama temannya. BAPnya juga belum dibuat". Demikian petikan SMS tersebut.
"Saya tidak tahu apa maksud dari pesan itu," jelas Bakri dengan wajah kebingungan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Makassar.
Diketahui, sebelum Hendra menghilang ia terakhir bersama keluarganya pada Rabu (30/9/2015). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/diperas-pol-gadungan_20151003_204852.jpg)