CITIZEN REPORTER

CITIZEN REPORTER: Evakuasi Crane Butuh Waktu Lama

Dalam dunia konstruksi bangunan, alat ini dikenal dengan nama crawler crane

CITIZEN REPORTER: Evakuasi Crane Butuh Waktu Lama
youtube
Posisi alat berat yang jatuh menimpa Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 18.00 Wib. 

Laporan: Rahman Djamil, dari Mekah

MEMASUKI hari kelima pasca musibah crane yang roboh menimpa Masjidil Haram, masih belum dievakuasi. Sebagaimana diketahui, badai dahsyat yang menerjang Kota Mekkah Jumat Sore (11/09), menyebabkan ambruknya alat katrol ini.

Dalam dunia konstruksi bangunan, alat ini dikenal dengan nama crawler crane. Dinamakan crawler, karena alat ini dilengkapi roda penggerak rantai baja layaknya roda mesin tempur tank. Ukurannya tergolong raksasa dengan bobot mencapai ratusan ton. Memiliki lengan katrol yang bisa dirakit sesuai kebutuhan hingga panjang ratusan meter, sehingga sangat cocok digunakan pada pekerjaan bangunan tinggi dan berskala besar, seperti Proyek Perluasan Masjidil Haram.

Melihat ukuran dan bobotnya yang raksasa, maka tidaklah mengherankan jika robohnya alat ini menimbulkan dampak kerusakan yang parah serta menelan ratusan korban jamaah calon haji (JCH) yang meninggal maupun luka.

Demikian pula halnya dengan upaya evakuasi pasca bencana. Dengan spesifikasi yang serba raksasa, bisa dipahami jika memindahkan alat ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk membongkarnya diperlukan bantuan beberapa alat berat serta koordinasi kerja yang matang. Terlebih lagi pembongkarannya dilaksanakan pada bangunan masjid, yang pada saat bersamaan harus tetap bisa digunakan beribadah oleh jutaan JCH.

Dari pengamatan, areal di sekitar Pintu Al Salam - yang merupakan akses menuju tempat Sa'i - serta lantai yang berada di atasnya, dimana alat tersebut sebelumnya beroperasi masih tertutup. Selain untuk keselamatan JCH, kemudahan dalam pekerjaan pembongkaran crane menjadi alasan penutupan. Sejumlah alat berat, antara lain: excavator, buldozer, forklift, sudah berada di lokasi. Beberapa diantaranya sudah beroperasi mempersiapkan pembongkaran.

Meskipun areal tersebut tidak bisa digunakan, nampaknya Pemerintah Arab Saudi sudah mengantisipasi puncak kedatangan Tamu Allah di Baitullah. Hampir seluruh lantai Masjidil Haram sudah dibuka untuk digunakan beribadah. Sebelumnya, ketika Jamaah Kloter 1 Makassar baru menginjakkan kaki di Masjidil Haram (31/08), hanya separuh yang bisa digunakan karena proyek perluasan masjid masih dalam tahap pelaksanaan. Walau terlihat sebagian besar pilar beton dan langit-langit belum tertutup, namun tidak mengurangi kenyamanan JCH dalam beribadah.

Dilansir dari berbagai sumber, proyek perluasan masjid hingga mencapai 400 ribu meter persegi dimaksudkan untuk menambah kapasitas tampung menjadi 2,5 juta jamaah. Dari display denah rencana proyek yang dipajang di beberapa tempat, tergambar area perluasan yang saat ini dilaksanakan difokuskan pada dua sisi Pintu Masjid, yaitu Pintu King Fahd dan Pintu King Abdullah.(*/tribun-timur.com)

Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved