Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kecelakaan di Masjidil Haram

Jamaah Indonesia Jalani Penyuluhan Spiritual dan Zikir

Olehnya, salah seorang petugas kesehatan Haji di Kloter 5 Embarkasi Makassar, dr Suwarta, mengaku jika harus bekerja maksimal dalam melayani Jamaah

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Mutmainnah
IST
Jamaah manasik di hotel. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Alat berat proyek Masjidil Haram yang jatuh disela-sela Jamaah yang sedang melaksanakan ibadah membuat para Jamaah sedikit trauma.

Olehnya, salah seorang petugas kesehatan Haji di Kloter 5 Embarkasi Makassar, dr Suwarta, mengaku jika harus bekerja maksimal dalam melayani Jamaah.

Saat ini ia mengaku fokus terhadap Jamaah yang kena runtuhan Crane tanpa mengabaikan Jamaah lainnya.

Meski Jamaah korban Crane ini dirawat di Rumah Sakit pemerintah Arab Saudi, tim dokter Indonesia juga tetap larut dalam penanganan ini.

Adapun langkah yang di lakukan petugas kesehatan, akibat adanya trauma bagi korban dan sebahagian Jamaah , itu dilakukan dengan cara kunjungan dari kamar ke kamar, menenangkan Jamaah agar lebih ikhlas dan tawadhu terhadap musibah yang menimpa Jamaah.

"Kita intens ini, pelayanan kami selama di Mekkah 24 Jam," ujar dr Suwarta, Minggu (13/9/2015).

Penyuluhan dan bimbingan spiritual kepada semua jemaah Haji terus dilakukan. Disamping itu, kata dr Suwarta, untuk sementara ia menghimbau juga menhimbau kepada para jemaah agar salat di masjid hotel.

Selain itu, tim kesehatan di setiap kloter juga melakulan zikir bersama agar, musibah yang kemarin tidak terulang dan menjadikan kejadian ini sebagai hikmah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved