Kemarau Landa Sulsel

Gubernur Sulsel Panik karena Kekeringan Landa Sulsel

“Saya sedikit panik dengan kondisi suhu saat ini"

Gubernur Sulsel Panik karena Kekeringan Landa Sulsel
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Sawah yang telah ditanami padi mengalami kekeringan, di Maros. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo khawatir dengan kekeringan yang bisa berdampak terhadap produksi pertanian Sulsel. Kemarau panjang tersebut sebagai dampak El Nino yang hampir terjadi disebagian besar wilayah Tanah Air.

“Saya sedikit panik dengan kondisi suhu saat ini. Tapi seluruh pihak khususnya petani memastikan kepada saya bahwa masih terkendali dan tidak ada masalah,” kata Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (6/8/2015).

Meski demikian, produksi pertanian dan kondisi stok pangan utamanya beras masih terjaga. Stok komoditi pertanian dalam bentuk gabah maupun beras tidak pernah di bawah 80 ribu ton.

Berdasarkan laporan badan urusan logistik (bulog), kata Syahrul, stok beras Sulsel saat ini masih berkisar 110,816 ton. Ketersediaan stok ini bisa bertahan hingga tujuh bulan ke depan.

Menurutnya, stok pangan Sulsel tetap terjaga setelah musim panen pertama disejumlah daerah sebelum intensitas curah hujan semakin menurun. Ia berharap kekeringan ini tidak mengganggu musim panen di utara Sulsel seperti Sinjai.

Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Jumat (7/8/2015) hari ini. (*)

Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved