Breaking News:

Jikat Luput Salat Idul Fitri, Apa yang Bisa Dilakukan? Baca Ini

Para sahabat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– telah memberikan jalan keluar untuk permasalahan ini.

Editor: Ilham Mangenre
tribunnews.com
Ribuan jamaah bersiap melaksanakan Shalat Id Lebaran Idul Fitri 1434 H di Lapangan Merdeka Balikpapan, Kamis (8/8). Ribuan warga Balikpapan memadati Lapangan Merdeka untuk melaksanakan Shalat Id Lebaran Idul Fitri 1434 H (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah sisa beberapa hari lagi. Sudah tahu, apa yang mesti dilakukan jika seseorang luput salat 'Ied? Bagaimana cara menggantinya atau memang tidak perlu diganti?

Para sahabat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– telah memberikan jalan keluar untuk permasalahan ini. Cukup shalat ‘ied yang luput tadi diqadha’  (diganti) dengan shalat empat raka’at.

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata,

“Siapa saja yang luput dari shalat ‘ied, maka tidak ada qodho’ baginya. Karena hukum shalat ‘ied adalah fardhu kifayah. Jika sudah mencapai kadar kifayah, maka sudah dikatakan cukup. Jika ia mau mengqodho’ shalat tersebut, maka tergantung pilihannya. Jika ia ingin mengqodho’nya, maka diganti menjadi 4 raka’at. Empat raka’at tersebut boleh dilakukan dengan sekali salam atau dua kali salam.

Perihal di atas diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan menjadi pendapat Ats Tsauri. Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,

مَنْ فَاتَهُ الْعِيدُ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا ، وَمَنْ فَاتَتْهُ الْجُمُعَةُ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

Barangsiapa yang luput shalat ‘ied, maka hendaklah ia menggantinya dengan shalat empat raka’at. Barangsiapa yang luput shalat Jum’at, maka hendaklah ia menggantinya dengan shalat empat raka’at.

Diriwayatkan pula dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa jika dia memerintahkan orang yang tidak mampu melaksanakan shalat ‘ied, maka ia memerintahkan untuk mengganti dengan empat raka’at.

Keduanya diriwayatkan pula oleh Sa’id. Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Hal ini dikuatkan dengan hadits ‘Ali yang menyatakan bahwa jika ada seseorang yang diperintahkan untuk shalat di tengah-tengah yang tidak mampu melaksanakan shalat ‘ied, maka hendaklah mereka mengganti menjadi empat raka’at.”

Setelah shalat qadha’ tersebut tidak ada khutbah ‘ied karena yang diqadha’ hanyalah shalat ‘ied. Shalat qadha’ tersebut dikerjakan menjadi empat raka’at sebagaimana dalam shalat Jum’at.

Dalam shalat qodho’ ini boleh saja dilakukan dengan dua raka’at sebagaimana shalat sunnah lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved