Iwapi Sulsel Keluhkan Kenaikan Tarif Listrik Non-Subsidi
Masa di bulan puasa? Pengeluaran pengusaha cukup banyak
Penulis: Andi Chaerul Fadli | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Chaerul Fadli
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - IKatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Sulsel menilai penyesuaian tarif listrik golongan non subsidi di bulan ini tidak sesuai dengan kondisi ekonomi dan perusahaan.
"Masa di bulan puasa? Pengeluaran pengusaha cukup banyak. Belum THR, cost produksi dan lainnya," ujar Ketua Iwapi Sulsel, Ida Farida Noer, Kamis (2/6/2015).
Selain itu, ia juga menganggap kurangnya sosialisasi pemerintah terkait penyesuaian tersebut. "Sosialisasinya kurang jadi terkesan mendadak. Kalau sosilisasi sebelumnya, kita bisa antisipasi," jelasnya.
Sekadar informasi, kenaikan tarif listrik golongan non-subsidi atau adjustment berlangsung tiap awal bulan. Tarif tersebut disesuaikan tingkat inflasi, kurs rupiah, dan harga minyak dunia.