Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPI Khawatirkan Pilkada Pangkep dan Bulukumba

Kecendrungan pemenang pilkada di dua kabupaten itu adalah yang surveynya rendah.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia Dedi Alamsyah Mannaroi khawatir pada Pilkada Pangkep dan Pilkada Bulukumba.

Mengingat kecendrungan pemenang pilkada di dua kabupaten itu adalah yang surveynya rendah.

"Bulukumba dan Pangkep mempunyai kemiripan soal pilkadanya. Belum adanya bupati yang bisa Oppo' sejak Pilkada langsung bergulir yang menang umumnya yang surveynya rendah, kesiapan financial sangat berperan," ujar Dedi seperti rilis yang diterima Tribun, Rabu (10/6/2015).

Dedi menambahkan, Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan dulu saat bertarung surveynya dibawah 3 persen dan tidak pernah surveynya diatas incumbent saat itu.

Sementara untuk Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid juga demikian, dirinya bisa memenangkan pilkada meski dirinya hanya berkutat diposisi ke - 3 dari hasil survey.

"Hasil bisa berubah saat terjadinya kejadian luar biasa. Di mana Incumbent saat itu (Syafrudin Nur) meninggal dunia," kata aktivis Laskar Merah Putih ini.

Dedi menjelaskan, fenomena pilkada perlu jadi bahan pertimbangan agar tidak lagi terjadi.

"Saran saya agar para cabup penantang di 2 kabupaten itu harus siapkan strategi, financial dan belajar dari sosok pemenang dari pilkada lalu," katanya.

"Popularitas, kesukaan, elektabilitas bisa didongkrak tergantung dengan "Isi Tas". Demokrasi dan Pilkada adalah satu kesatuan, tidak murah serta butuh kesungguhan dan pengorbanan," tambahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved