Ilham Batal Jadi Tersangka KPK

Tak Lagi Tersangka, Ilham Akan Kendalikan 11 Pemilihan Bupati di Sulsel

Demokrat Sulsel akan berjuang mengembalikan kepercayaan masyarakat secara maksimal termasuk dalam hal kepedulian serta memberikan solusi.

Penulis: Mahyuddin | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MAHYUDDIN
Ketua nonaktif Partai Demokrat Sulsel, Ilham Arif Sirajuddin bersama sejumlah Ketua DPC Sulsel usai menemui Ketua Harian DPP Demisioner Syarif Hasan di Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (13/5/2015). 

SURABAYA, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua nonaktif Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin menyatakan dirinya akan fokus memenangkan usungan partainya di 11 pilkada di Sulsel.

"Dengan dikabulkannya gugatan ini, insya Allah saya akan kembali secara totalitas di partai karena saya masih punya tanggungjawab besar di partai. Salah satunya event 11 pilkada," kata Ilham di Hotel Satelit, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Rabu (13/5/2015).

Saat diwawancara, Ilham diapit Ketua DPC Demokrat Luwu Syukur Bijak dan Plt Ketua Demokrat Sulsel Ni'matullah.

Ilham menuturkan, Demokrat Sulsel akan berjuang mengembalikan kepercayaan masyarakat secara maksimal termasuk dalam hal kepedulian serta memberikan solusi.

"Ini tantangan Demokrat. Mudah-mudahan di 11 daerah ini Demokrat akan bekerja maksimal, memperioritaskan kader internal dan mengandeng kader ekternal untuk bersama-sama membangun partai dan bangsa ini," ujarnya.

Ilham bersama anak dan istrinya tiba di Bandara Juanda Surabaya, Rabu (13/5/2015) dini hari.

Ia kemudian menemui sejumlah kader Sulsel di hotel Satelite yang mengikuti Kongres IV Demokrat.

Ilham disambut isak tangis dan teriakan histeris kader Demokrat.

Mereka menganggap kehadiran Ilham di Demokrat akan membawa kemenangan untuk Demokrat.

Sehari sebelumnya, hakim tunggal praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Yuningtyas Upiek, menyatakan menerima gugatan praperadilan penetapan tersangka yang diajukan IAS terhadap KPK.

“Mengadili, menolak seluruhnya eksepsi dari termohon. Penetapan tersangka pemohon tidak sah," kata Hakim Upiek saat membacakan amar putusannya, Selasa (12/5/2015).

Hakim Upiek dalam pertimbangannya menyatakan, bukti-bukti yang diajukan termohon (KPK) dalam menetapkan tersangka tidak terbukti di persidangan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved