Breaking News:

Musim Tanam Luwu Timur

Musim Tanam, Petani Luwu Timur Belajar Dari Pakar ITB

Pakar ahli model pertanaman SRI organik, Alik Sutariat, mengajak petani untuk menanam padi dengan tidak menggunakan pestisida kimiawi

TRIBUN TIMUR/SUDIRMAN
Wakil bupati Luwu Timur, Thorieq Husler, saat acara tudang sipulung dengan pakar ahli kimia. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sudirman

TRIBUN-TIMUR.COM, MALILI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur dan PT Vale, menghadirkan pakar ahli kimia dan tanah dari ITB, Prof Dr Mubyar dan Alik Sutariat, MP dari Yayasan Aliksa Organik yang juga pakar ahli model pertanaman System Rice Intensification (SRI) organik. Dalam menghadapi musim tanam April - September 2015 dan Oktober 2015-Maret 2016.

Dalam acara tudang sipulung tersebut, diikuti seluruh petani kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang berlangsung di Desa Bangun Karya Kecamatan Tomoni, Kamis (7/5/2015)

Pakar ahli model pertanaman SRI organik, Alik Sutariat, mengajak petani untuk menanam padi dengan tidak menggunakan pestisida kimiawi. Namun memanfaatkan musuh alami yang dikembangkan melalui pola SRI organik yang ramah terhadap lingkungan.

"budidaya tanaman sehat harus dimulai dari teknik pengelolaan tanaman yang benar" jelasnya.

Tags
Lutim
Penulis: Sudirman
Editor: Mutmainnah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved