Diduga Dibunuh, Janda Cantik Tewas Ditemukan Tanpa Busana di Kos
Menurut Anjar, ini membuktikan bahwa Evi dibunuh tak lama sebelum Evi ditemukan tewas.
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Deudeuh Alfi Syahrin (27), janda cantik beranak satu ditemukan tewas tanpa busana di lantai III di kamar kosnya di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2015) malam. Sebelum ditemukan tewas sejumlah rekan kos Deudeuh, mengaku sempat mendengar suara berisik. Deudeuh akrab di sapa Evi ini.
"Tadi beberapa temen kosnya bilang kalau dia sempat dengar suara berisik seperti gedebak gedebuk dari kamar kos Evi, sebelum Evi ditemukan tewas. Yang bilang tadi temennya Ocha dan beberapa temen lain," kata Anjar Soleh Nur (65), ayah angkat Evi kepada Warta Kota di rumah kakak kandung Evi di Jalan Margonda Raya, Gang Manggah, RT 5/12, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Depok, Minggu (12/4/2015) sore.
Menurut Anjar, ini membuktikan bahwa Evi dibunuh tak lama sebelum Evi ditemukan tewas.

[Deudeuh Alfi Syahrin]
"Menurut temen-temennya mereka gak berani ngetok kamar Evi, waktu denger suara berisik itu, karena Evi akan marah kalau privacy-nya diganggu. Mereka tahu kalau Evi agak temperamen dan suka marah kalau soal pribadinya diutak-atik," kata Anjar.
Anjar berharap pelaku pembunuhan terhadap anak angkatnya itu bisa dibekuk secepatnya oleh polisi. "Saya mau pembunuh anak angkat saya ini ditangkap," kata Anjar.
Menunggu Kematian
Deudeuh tampaknya sudah memiliki firasat akan meninggal dunia.
Hal itu tampak dari status Facebook Deudeuh dengan akun atas nama Alfi Albhayumi.
"Iya, di Facebook, Evi pakai nama Alfi Albhayumi. Status terakhirnya memang mengkhawatirkan," kata Riezsha (26) rekan Evi, kepada Warta Kotadi rumah kakak kandung Evi di Jalan Margonda, Gang Manggah, RT 5/12, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Depok, Minggu (12/4/2015) sore.
Dari akun Facebook atas nama Alfi Albhayumi yang di tunjukkan Riezsha kepada Warta Kota, tampak Evi menuliskan status di facebooknya terakhir kali tertanggal 2 April 2015 pukul 12.35. Statusnya tertulis 'Waiting on death'.
Sementara status sebelumnya yang tertulis tanggal 1 April atau sehari sebelumnya, Evi menulis 'God understand our prayers even when we can find the words to say them'.
"Dari statusnya memang seperti ada masalah," kata Riezsha. Namun Riezsha mengaku tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi Evi.
Sebab menurut Riezsha ia sudah cukup lama tidak berkomunikai dengan Evi.

[Deudeuh Alfi Syahrin]
Riezsha mengaku terakhir kali bertemu Evi pada Februari 2015 lalu.
Saat itu katanya ia mengantarkan soft lens atau lensa kontak pesanan Evi.
"Dia pesan lensa kontak sama saya dan saya antar ke kosnya. Waktu itu saya janjikan supaya dikirim pakai paket aja, tapi dia gak mau. Makanya saya antar lensa kontaknya ke kosnya," kata Riezsha.(warta kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/alfi-albhayumi_20150412_221846.jpg)